Eksploitasi Anak, Orangtua Terancam Pidana

Hj. Dewi Mardiana Ariany. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 16 keluarga di Kelurahan Gomong Mataram diduga melakukan eksploitasi anak. Berdasarkan catatan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram, hal tersebut dilakukan antara lain dengan modus menyuruh anak menjual tisu atau air di sekitar lampu lalulintas.

Kepala DP3A Kota Mataram, Dra. Hj. Dewi Mardiana Ariany, menerangkan pihaknya telah melakukan pendekatan kepada masing-masing keluarga untuk tidak lagi melakukan eksploitasi dengan menyuruh anak bekerja. Terlebih masing-masing keluarga merupakan penerima manfaat dari program keluarga harapan (PKH).

Iklan

“Kita sudah sosialisasikan.  Kalau sampi mereka ketemu lagi melakukan eksploitasi, bantuan PKH-nya akan kita cabut. Kita perlu sedikit stressing supaya jangan keterusan,” ujar Dewi saat dikonfirmasi, Jumat, 26 Februari 2021.

Diterangkan, saat melakukan pendekatan langsung bersama tim Pusat Kesejahteraan Sosial Anak Integratif (PKSAl) kepada ibu dan anak yang diduga terlibat eksploitasi, masing-masing pihak telah menyetujui untuk tidak melakukan hal serupa lagi. Namun berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, beberapa anak dan orangtua yang telah dilakukan penjangkauan masih mengulangi eksploitasi anak tersebut.

“Itu anaknya ada yang baru umur 4 tahun. Ini kembali ke orangtua, karena sebagian anak-anak malah belum mulai sekolah. Tentu orangtua yang kita tekankan, supaya jangan membiasakan diri pola asuhnya mengeksploitasi. Karena ini rata-rata orang tua memang menyuruh anaknya bekerja,” jelas Dewi.

Selain terancam diberhentikan sebagai penerima manfaat PKH, pelaku eksploitasi anak ditekankan Dewi terancam pidana. Seperti yang diatur dalam Undang-undang perlindungan anak bagi orangtua yang mempekerjakan anak.

Di sisi lain, seluruh anggota PKSAI seperti DP3A Kota Mataram, Dinas Sosial Kota Mataram, Polresta Mataram, Lembaga Perlindungan Anak Kota Mataram dan lain-lain terus melakukan pemantauan. Dengan begitu, pengawasan diharapkan berjalan intensif agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kalau kita temukan lagi, kita akan langsung bawa ke Dinas Sosial untuk diamankan Satgas. Kami tim PKSAI melihat ini memang modus dari orangtuanya,” tandas Dewi. (bay)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional