Eks Pondasi Masih Beton, Alat Berat akan Masuk Trawangan Lagi

Tanjung (Suara NTB) – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) tampaknya belum puas dengan hasil penertiban bangunan yang berada di sempadan pantai kawasan wisata Gili Trawangan. Dari sisa-sisa bangunan hasil pembongkaran, masih terlihat pondasi beton yang dirasa mengganggu aktivitas wisata. Oleh karena itu, Bupati KLU Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH, memerintahkan jajarannya untuk membongkar tuntas pondasi tersebut menggunakan alat berat.

Ketua Tim Penertiban, Ir. Hermanto, Rabu, 15 Maret 2017 mengakui alat berat akan dimasukkan lagi ke Gili Trawangan. Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum diberi tanggung jawab untuk menghitung klasifikasi beban kerja dari aspek kemampuan alat berat maupun lama waktu efektif yang digunakan selama beroperasi di Trawangan. Setelah ini selesai, alat berat langsung dikirim ke pulau.

Iklan

“Yang jelas harus pakai alat berat untuk membongkar bongkahan bangunan. Kita perkirakan cukup satu unit saja,” katanya.

Sementara dari rencana penertiban di Gili Meno dan Gili Air, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan ini, menjelaskan, pelaksanaannya akan dimulai pada saat low season (kunjungan sepi). Pemkab tidak ingin aktivitas penertiban mengganggu kenyamanan wisata di 2 Gili tersebut. Namun sebelum dilakukan penertiban, Tim Penertiban akan bersurat ke seluruh manajemen hotel yang bangunannya melanggar sempadan pantai.

Mereka akan dikumpulkan untuk diberikan sosialisasi dan arahan perihal penertiban. Tentunya, penertiban akan mengedepankan sikap kooperatif pemilik untuk membongkar sendiri. Selanjutnya jika tidak mampu menyelesaikan pembongkaran, akan dibantu oleh tim penertiban.

“Intinya kita menghormati momen high season dalam waktu dekat. Sehingga agenda eksekusinya di saat low season, antara Januari – Februari seperti saat di Gili Trawangan,” pungkas Hermanto.

Terpisah, Camat Pemenang, H. Achmad Dharma, SH, menyampaikan berdasarkan hasil pemantauannya dengan bupati Selasa, 14 Maret 2017 lalu, disimpulkan sisa pondasi beton harus dibongkar seluruhnya. Alasannya, sisa material yang masih tertanam di sempadan pantai itu sangat mengganggu kenyamanan pengunjung.

Dalam monitoring yang dilakukan hingga pukul 00.00 wita tersebut, disoroti pula keberadaan dua lokasi peribadatan yang berada di sempadan pantai. Oleh bupati, bangunan itu pun harus disterilkan.  “Sesuai evaluasi Pak Bupati, beliau minta untuk bangunan pondasi yang permanen juga harus dibongkar,”  tegasnya. Sebagaimana instruksi bupati, kata dia, Tim Penertiban dan Bagian Pembangunan diminta untuk menurunkan alat berat dalam waktu dekat. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here