Harga Kebutuhan di Pasar Tradisional Naik Akibat Corona

Aktivitas pedagangan di pasar tradisional Kebon Roek, Mataram. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Harga-harga kebutuhan di pasar tradisional di Kota Mataram mengalami kenaikan. Akibat gempar wabah virus corona dalam beberapa waktu terakhir. Pelaku pasar bereaksi. Diduga memanfaatkan momentum di tengah isu masyarakat panik dan memborong kebutuhan. Dari pengakuan beberapa pedagang pasar tradisional di Kebon Roek, Kota Mataram, beberapa diantaranya yang mengalami kenaikan harga.

Jahe menjadi Rp45.000/Kg, cabai Rp58.000/Kg, bawang merah Rp35.000/Kg, bawang putih Rp38.000/Kg. Harga ayam masih di kisaran Rp38.000/Kg. sementara beras super antara Rp10.000/Kg sampai Rp11.000/Kg. Minyak goreng juga masih stabil. Yang masih belum terkendali harganya hanya gula pasir, mencapai Rp17.000/Kg. “Untuk rempah-rempah, kita ngambilnya di Pasat Sweta. Ada yang naik, ada yang turun. Sehari bisa berubah-rubah harganya,” kata salah seorang pedagang di Pasar Kebon Roek.

Kenaikan harga tersebut juga diakui oleh Kepala Pasar Kebon Roek, Malwi. Setelah adanya informasi penyebaran corona di Indonesia, apalagi dengan adanya pembatasan bekerja di luar rumah, pasar tradisional mengalami penurunan kunjungan 20 persen. “Hari Jumat biasanya ibu-ibu yang berseragam ramai-ramai belanja. Sekarang sepi. Kita juga minta Bulog melakukan Operasi Pasar,” katanya.

Baca juga:  Bupati Lotim Tutup Pasar Ternak Masbagik

Para pedagang juga mendapat informasi simpang siur soal rencana penutupan aktivitas di pasar tradisional. Padahal ia sendiri belum mendapatkan informasi pasti terkait hal itu. Karena itu, pedagang diimbau tenang. Untuk mengurangi risiko penularan virus di pasar tradisional, petugas pasar menggalakkan kebersihan di pasar tradisional ini. Pedagang diharuskan bersih. Selain itu, disediakan tempat mencuci tangan bagi para pedagang sesering mungkin.

Ditempat terpisah, di Pasar Induk Bertais (Sweta) Kota Mataram, dari laporan pencatatan harga pasar, lima hari terakhir harga-harga belum mengalami kenaikan. “Harganya masih stabil,” kata Kepala Pasar Sweta, Ismail. Gula pasir Rp16.000/Kg, minyak goreng kemasan Rp14.000/Kg, minyak goreng curah Rp12.000/Kg, telur ayam broiler Rp1.450/butir, cabai Rp45.000/Kg, bawang putih impor Rp38.000/Kg, bawang putih lokal Rp60.000/Kg. Daging sapi murni Rp125.000/Kg.

Baca juga:  Satgas Pangan Sidak Pasar, Stok Gula Pasir Aman Sampai Lebaran

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri (PPDN) Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Darmilaswati juga menegaskan, harga-harga pada umumnya masih stabil. Sampai Kamis, 20 Maret 2020, bersama Satgas Pangan masih dilakukan pemantauan harga di pasar-pasar percontohan di Kota Mataram. Pasar Kebon Roek, Pasar Pagesangan dan Pasar Bertais.

“Ada petugas kita yang mencatat harga setiap hari di pasar-pasar percontohan ini. kalau terjadi kenaikan tidak wajar, bersama Satgas Pangan kita telusuri penyebabnya,” ujarnya. Secara umum, stok pangan masih sangat tercukupi hingga enam bulan ke depan. Apalagi NTB adalah daerah penghasil pertanian. Karena itu, kepada masyarakat diimbau agar tak panik. Apalagi berbelanja berlebihan yang dikhawatirkan akan memicu spekulasi pasar.

Baca juga:  Khawatir Penyebaran Virus Corona, Pasar Tradisional Minim Pengawasan

“Para pedagang juga harus tenang. Sejauh ini belum ada rencana pemerintah menutup pasar. Kalaupun ada rencana mau penyemprotan, akan dilakukan sore hari. Saat aktivitas di pasar sudah sepi,” ujarnya. Kemudian terkait harga gula yang masih tinggi, dalam waktu dekat, akan turun pasokan gula dari pusat. Apalagi pemerintah telah memberikan kuota impor kepada Bulog dan Swasta. Dinas Perdagangan Provinsi NTB juga telah menjadwalkan operasi pasar gula. Melibatkan PT. SMS. Namun operasi pasar ini masih ditunda. Mengingat adanya imbauan mengurangi kegiatan berkumpul untuk mengurangi risiko potensi penularan virus corona. (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

three × 5 =