Pekerja di Malaysia Diliburkan dengan Gaji Tetap

Para pekerja di perkebunan yang dikelola FGV sedang diberikan pengarahan (Suara NTB/Ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Diraja Malaysia telah mengeluarkan edaran membatasi seluruh aktivitas untuk mengurangi risiko penyebaran virus corona. Tanpa terkecuali, perusahaan-perusahaan perkebunan di negara penempatan terbesar pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) telah melaksanakan edaran tersebut. “Pekerja diliburkan, sampai 31 Maret,” terang Zarif Zainul, Ketua Jabatan Tenaga Kerja & Hal Ehwal Peneroka Felda Global Ventures (FGV) Holdings Berhad  dihubungi via telepon, Kamis, 19 Maret 2020.

Edaran yang dikeluarkan pemerintah Diraja Malaysia diantaranya agar melakukan pemeriksaan suhu badan, mengenal gejala seperti demam, batuk dan susah bernafas. Diminta agar menghindari keramaian. Dengan mengacu pada pernyataan dari Kementerian Industri Perkebunan dan Komoditas (MPIC) yang memberikan pengecualian bagi sektor pertanian dan komoditas untuk beroperasi selama pembatasan waktu yang diberlakukan.

Baca juga:  TPPO PMI Ilegal, Dua Korban Masih di Abu Dhabi

Sektor Perkebunan FGV memulai kembali kegiatan perkebunan dengan jumlah minimum pekerja dan mematuhi semua pedoman pemerintah untuk memastikan keselamatan dan kesehatan semua pekerja, termasuk pemukim dan petani kecil Felda yang mengirimkan buah sawit mereka ke pabrik FGV. Sektor Bisnis Logistik dan Dukungan juga terus mendukung kegiatan Sektor Perkebunan termasuk pengiriman minyak sawit mentah ke kilang dan distribusi barang.

Baca juga:  NTB Hentikan Pengiriman Ribuan TKI ke Luar Negeri

(FGV) Holdings Berhad adalah sebuah perusahaan pertanian dan agrikomoditas global yang berbasis di Malaysia. Perusahaan ini mempekerjakan sebanyak 12.000 orang pekerja Indonesia. Dari Lombok, FGV mempekerjakan sebanyak 6.000 orang. FGV mengelola lahan perkebunan untuk  sawit dan getah seluas 400-an ribu hektar di Malaysia. Kebutuhan tenaga kerjanya mencapai 32.000 orang. Operasional perusahaan juga didukung kerja keras tenaga kerja- tenaga kerja dari Lombok.

Baca juga:  Sumbawa Buka Penempatan PMI ke Arab Saudi

“Karena itu, selama diliburkan, pekerja tetap digaji penuh. Keluarga di Lombok tidak usah khawatir,” katanya. Perusahaan menjamin keselamatan pekerja dengan telah diambilnya langkah-langkah untuk mengalakkan penularan potensi virus corona di semua ladang yang dikelola FGV. Pengamanan pekerja dilakukan seperti SOP yang diarahkan oleh pemerintah Malaysia. (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

five × two =