Kurangi Dampak Corona, Hipmi Minta Perbankan Bijaksana

Ketua Hipmi NTB, Sawaludin melakukan pertemuan dengan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkielimansyah. Salah satu permintaannya mendorong kepala daerah mengeluarkan edaran agar bank membijaksanai nasabah, terutama pengusaha. Selama darurat bencana corona ini.

Mataram (Suara NTB) – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Provinsi NTB mengharapkan, sekaligus mendorong lembaga keuangan bank memberikan kebijaksanaan kepada nasabah. Dorongan ini diharapkan turut disuarakan kepala daerah di NTB, sebagai langkah penyelamatan keberlangsungkan perekonomian di provinsi ini.

Bagi Ketua Hipmi Provinsi NTB, Sawaluddin, dampak yang diakibatkan oleh penyebaran virus corona sangat dahsyat. Denyut nadi ekonomi seolah berhenti seketika. Usaha-usaha menjadi mandek. Rantai ekonomi seperti dikejutkan. Aweng, sapaan akrabnya kepada Suara NTB di Mataram, Kamis, 19 Maret 2020, memberikan tanggapan terkait penyebaran virus corona yang telah mewabah ke lebih dari 100 negara. Tanpa terkecuali di Indonesia.

Seluruh masyarakat, diharapkan memberikan saran, pendapat dan masukan secara sehat. Serta saling menguatkan melawan ancaman virus corona. Indonesia saat ini memberlakukan situasi darurat bencana. Dampaknya, dirasakan langsung seluruh elemen bangsa ini. Karena itu, kepada lembaga keuangan bank agar memberikan kebijaksanaan re angsuran, atau menunda sementara cicilan kredit nasabah, sampai situasi negara membaik. Harapannya re angsuran selama enam bulan ke depan.

Pemerintah menetapkan masa tanggap darurat corona sampai akhir Mei 2020. Jika virus corona ini berhasil dikendalikan selama masa tanggap darurat ini, harus ada waktu tiba bulan berikutnya untuk recovery. “Terutama nasabah pengusaha, UMKM, maupun start up yang saat ini masih proses kredit di pebankan,” ujarnya.

Penundaan angsuran ini menurutnya akan sangat membantu bagi dunia usaha bisa bertahan di tengah tantangan ekonomi global yang sangat berat.  Keringanan pembayaran angsuran kredit ini dipandang sangat penting untuk menjaga stabilitas dan beban psikologis masyarakat pengusaha. “Kita bisa berkaca dari pusat-pusat perbelanjaan yang saat ini sudah sepi. Pergerakan perputaran uang sangat berat. Ini bencana global. Karena itu harus ada kebijaksanaan,” imbuhnya.

Kepada kepala daerah, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah juga diharapkan turut mendorong lembaga keuangan untuk membijaksanai nasabah di NTB. Apalagi provinsi ini saat ini masih proses recovery pascagempa tahun 2018 lalu. Harapan Hipmi NTB, setidaknya gubernur mengeluarkan edaran kepada lembaga keuangan terkait yang disuarakannya. “Saya berdiskusi dengan sopir taksi, ojek online, rumah makan rumah makan. Sepi. Mereka merasakan dampak luar biasa corona ini. Kan tidak mungkin mereka diberatkan lagi, meskipun pembayaran kredit adalah kewajiban nasabah. Situasinya seperti ini,” terang Aweng.

Hipmi NTB telah berdiskusi dengan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah. Apa yang disuarakan Hipmi NTB juga mendapat sinyal lampu hijau dari orang nomor satu di NTB ini. Rencananya Gubernur akan berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait hal itu. “Situasi batin para wirausaha ini harus dijaga untuk kelangsungan ekonomi kita,” tambahnya. (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

one × 3 =