Baru Satu Investor Masuk Global Hub Kayangan

Ilustrasi desain tata ruang di Global Hub. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) akan mengawal percepatan realisasi pembangunan Global Hub Kayangan Lombok Utara. Apalagi, sekarang Global Hub Kayangan masuk proyek prioritas nasional yang tertuang dalam Perpres No. 18 Tahun 2020-2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020 – 2024.

‘’Kami pasti kawal dengan menjadi proyek prioritas nasional,’’ ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMPTSP NTB, Drs. Syamsul Rizal, MM dikonfirmasi Suara NTB di Mataram.

Ia mengatakan, investor yang masuk di Global Hub Kayangan masih tercatat satu investor, yakni PT. Sungdong Industry Group. Investor asal Korea ini sudah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc, Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH dan PT. Diamar Mitra Kayangan yang menjadi pengelola Global Hub Kayangan Lombok Utara pada Agustus 2019 lalu.

Sesuai rencana investasinya, Sungdong Industry Group akan menggelontorkan investasi sebesar 1 miliar dolar Amerika atau Rp14 triliun untuk membangun industri kapal terbesar dan tercanggih di Global Hub Kayangan.

Terkait perkembangan investasi ini, Rizal mengatakan pihaknya masih menunggu Direktur Utama PT. Diamar Mitra Kayangan datang ke NTB untuk melaporkan progres investasi tersebut ke gubernur.

‘’Tetap koordinasi dengan pengelola Bandar Kayangan. Kalau ada progresnya pasti kita akan diberikan. Sekarang baru Sungdong saja (yang masuk),’’ katanya.

Sungdong merupakan perusahaan industri kapal terbesar dan tercanggih di Korea yang akan memindahkan industri kapal beserta hulu dan hilirnya ke Global Hub Kayangan. Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M.TP menyebutkan Sungdong butuh lahan 1.000 hektare dengan rencana investasi 1 miliar dolar Amerika.

MoU tersebut untuk membangun dan mengoperasionalkan kompleks pembuatan kapal di Global Hub atau Bandar Kayangan KLU. MoU tersebut ditandatangani antara Pemprov NTB, Pemda KLU dan PT. Diamar Mitra Kayangan dengan PT. Sungdong Industry Group.

PT. Sungdong Industry Group merupakan sebuah perusahaan yang terdaftar di Republik Indonesia yang memiliki kantor terdaftar di lantai 28, Menara Kantor Ciputra, Kompleks Dunia Ciputra, Jl Pf. Satrio Kav. 3-1 Jakarta. Sedangkan PT. Diamar Mitra Kayangan merupakan perusahaan yang ditunjuk untuk mengembangkan kota baru yaitu Bandar Kayangan KLU sebagaimana telah ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2017.

Dimana dalam PP tersebut, Bandar Kayangan ditetapkan  sebagai kawasan andalan nasional. Terdiri dari pelabuhan hub internasional, kompleks industri, komersial, sosial, dan daerah perumahan. Dan dalam posisi untuk mempromosikan area untuk memperkenalkan perusahaan industri internasional yang berspesialisasi pada industri minyak dan gas, pelabuhan dan berbagai industri.

Sejak 21 Juli 2019, PT. Diamar Mitra Kayangan dan Sungdong mengadakan beberapa pertemuan umum untuk bertukar gagasan dan rencana bisnis mereka di area dan perspektif kerjasama. Kemudian mencapai kesepakatan bersama untuk memulai proyek dalam jalur yang sama dalam membangun dan mengoperasikan galangan kapal kelas dunia di Bandar Kayangan.

Menindaklanjuti pertemuan tersebut, Sungdong mengeluarkan letter of intent  yang menyatakan posisi terakhirnya untuk membangun galangan kapal di Bandar Kayangan dan Diamar Mitra Kayangan menjawab penerimaannya pada tanggal 2 Agustus 2019.

Pada tanggal 2 Agustus 2019, Sungdong dan Diamar mengadakan pertemuan untuk memperkenalkan proyek ini kepada Pemprov NTB dan mengonfirmasi untuk memperpanjang dukungannya untuk mewujudkan proyek ini. Pemprov NTB, Pemda KLU dan Diamar sesuai kewenangan masing-masing, memiliki kemauan dan niat yang kuat untuk mengalokasikan hampir 1.000 hektare dari 7.373 hektare lahan  untuk menjadi kota baru ke Sungdong untuk rencana bisnisnya.

Meliputi fasilitas galangan kapal / lepas pantai / pemeliharaan kelas dunia tertinggi, Pembangkit listrik kerjasama dengan KEPCO (Korea Electric Power Corporation), impor dan ekspor bahan baku dan produk yang relevan. Kemudian pembangunan pusat-pusat pendidikan dan pelatihan untuk melatih tenaga ahli dan sumber daya manusia setempat di Indonesia.

Dalam MoU tersebut, Pemprov NTB, Pemda KLU, Diamar dan Sungdong memiliki komitmen yang kuat untuk mempromosikan pembangunan ekonomi di Bandar Kayangan. Termasuk pengembangan kapasitas masyarakat lokal.

Dalam pasal 2 MoU tersebut, Pemprov NTB sesuai dengan kewenangannya akan memberikan kebijakan, peraturan, perizinan, dan tindakan hukum lainnya yang diperlukan, untuk mencapai tujuan. Kemudian  Pemda KLU sesuai dengan kewenangannya akan memberikan kebijakan, peraturan, perizinan, dan tindakan hukum lainnya yang diperlukan, untuk mencapai tujuan.

Sementara PT. Diamar Mitra Kayangan akan melakukan izin lokasi dari 7.373 hektare yang diberikan kepadanya. Untuk melakukan pembebasan lahan hampir 1.000 hektare untuk Sungdong. Selain itu membantu Sungdong dalam memperoleh izin yang diperlukan dari pemerintah di semua tingkatan, serta dukungan dari para pemangku kepentingan.

Dalam pasal 3 MoU tersebut mengatur tentang validitas dan pemutusan hubungan kerja. Kesepakatan bersama tersebut  berlaku dalam jangka waktu satu tahun sejak penandatangan MoU. Dan dapat diperpanjang dengan pemberitahuan tertulis di antara para pihak. (nas)