Pemeriksaan Saksi Mahkota Kasus LCC

Dedi Irawan (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Mantan Direktur PT Tripat Lalu Azril Sopandi diperiksa jaksa lagi. Azril diperiksa sebagai saksi mahkota. Dia bersaksi dalam kasus dengan tersangka mantan Bendahara PT Tripat Abdurrazak. Pemeriksaan juga sebelumnya berlaku sebaliknya. “Azril sebagai tersangka diperiksa untuk tersangka lain,” ungkap Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan Kamis, 20 Februari 2020 dikonfirmasi di ruang kerjanya.

Azril terhitung dua kali diperiksa selama dua hari belakangan ini. “Permintaan tambahan keterangannya sebagai saksi mahkota,” imbuh Dedi. Dedi menambahkan, pemeriksaan itu untuk melengkapi berkas tersangka Abdurrazak yang kini status penanganan kasusnya masih penyidikan. sementara penyidikan kasus dengan tersangka Azril sudah selesai dua pekan lalu.

Masing-masing baik Azril dan Abdurrazak sampai kini belum ada mengajukan keringanan dengan membantu mengungkap peran orang lain yang lebih besar. “Tidak ada yang minta sebagai justice collaborator,” pungkas Dedi. Dalam kasus itu, Azril disangka menyalahgunakan kewenangannya dalam mengelola modal Pemkab Lombok Barat pada PT Tripat sebesar Rp1,7 miliar. Sementara Razak diduga membantu Azril dalam hal pengeluaran uang PT Tripat.

Dana penyertaan modal PT Tripat dipakai untuk kerjasama operasional LCC bersama PT Bliss Pembangunan Sejahtera (BPS). Auditor Inspektorat Lombok Barat menemukan indikasi kerugian negara Rp502,2 juta dari penyertaan modal itu. Untuk ganti bangunan Dinas Pertanian Lombok Barat yang menempati lahan PT Tripat di Lombok City Center, kerugian negaranya ditaksir Rp665,2 juta. Total dana untuk ganti rugi lahan sebesar Rp2,7 miliar. Dari hasil penyidikan, uang tersebut dipinjam Azril diduga untuk kepentingan pribadinya. (why)