APH Minta Kasus Penari Striptis Tidak Dibesar-besarkan

0
4
Suhermanto (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Asosiasi Pengusaha Hiburan (APH) Senggigi, Lombok Barat (Lobar) menyayangkan pernyataan sejumlah pihak yang terlalu membesar-besarkan kasus penari striptis. Bukannya mereka meredam dan menenangkan suasana, melainkan membuat tambah gaduh. Padahal diketahui bersama bahwa kasus ini sendiri tengah dalam proses penanganan pihak kepolisian. Tanpa sadar, dengan pernyataan ini justru menjatuhkan dunia pariwisata NTB.

‘’Seharusnya para pemangku kepentingan dalam hal ini pemerintah, membahas hal-hal yang jauh lebih produktif. Seperti bagaimana mempersiapkan diri menghadapi perhelatan MotoGP tahun 2021. Termasuk pemerintah harus mempersiapkan daerah-daerah penyangga KEK dan MotoGP seperti Lobar,  Lotim dan daerah lainnya,’’ ujar Ketua APH Senggigi, Suhermanto kepada wartawan ditemui di wilayah Mataram, akhir pekan kemarin.

Ia menegaskan tempat hiburan Senggigi tidak pernah melegalkan penari telanjang atau naked dance. Striptis kata dia bukan penari telanjang dan APH sangat mengecam keras atas kasus ini.  Ia yakin pemilik maupun manajemen Metzo tidak melakukan, apalagi menyelenggarakan tarian tersebut. Biarkan dulu kata dia proses penyidikan oleh pihak Polda NTB berjalan dengan baik.

Langkah selanjutnya, dalam waktu pihaknya akan bersurat ke Gubernur NTB untuk meminta waktu silaturahmi. Selain itu ia juga berencana bersurat ke DPRD NTB, karena berbagai pernyataan seolah mempersekusi dan mengorbankan Lobar dan seolah-olah pemerintah tidak becus mengurus lobar. Hal ini justru membuang energi yang berimbas terhadap daerah, karena mengumbar aib sendiri yang seharusnya ditutupi (lokalisir).

Sementara itu, pihak Pemda Lobar melalui Asisten II Setda Lobar Hj. Lale Prayatni menegaskan pemda segera melakukan upaya pendekatan kepada para pengusaha hiburan serta pihak terkait. Langkah ini untuk mencegah bola liar kasus penari striptis. Langkah pemda, salah satunya segera mengundang para pengusaha. “Langkah Pemda segera mengundang para pengusaha hiburan,” tegas dia.

  Harga Bawang Putih Tunggal Rp350 Ribu Per Kilogram

Plt Kasatpol PP Agus Sudiarto menegaskan, pihak Satpol PP siap untuk menindaklanjuti instruksi bupati untuk membentuk tim investigasi. “Intinya kami siap tindaklanjuti,”tegas dia. Sejauh ini belum ada koordinasi dengan OPD terkait untuk langkah tindak lanjut, sebab kemungkinan masih menunggu proses hukum di kepolisian.(her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here