Beranda Ekonomi Pabrik Rumput Laut Dibangun di Sumbawa dan Bima

Pabrik Rumput Laut Dibangun di Sumbawa dan Bima

0
17
Ilustrasi petani rumput laut di NTB. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pengembangan industrialisasi rumput laut diarahkan ke Pulau Sumbawa. Karena potensinya cukup besar di sana. Setelah dibangunnya pabrik rumput laut di Universitas Teknologi Sumbawa, investor juga akan membangun pabrik rumput laut di Desa Oi Katupa, Kabupaten Bima.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB, Ir. L. Hamdi, M. Si mengatakan, pabrik rumput laut yang berada di UTS kapasitasnya sekitar 1.500 ton. ‘’Ke depan investor  akan bangun pabrik di Oi Katupa Bima,’’ kata Hamdi dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Kamis, 30 Januari 2020.

Ia menjelaskan, di Desa Oi Katupa sudah ada investor yang sudah melakukan pengembangan budidaya rumput laut seluas 350 hektare. Mereka bermitra dengan masyarakat mulai dari hulu sampai hilir. Namun, ia tak menyebutkan kapasitas pabrik rumput yang akan dibangun tersebut. Tapi ia memastikan investor akan membangun pabrik.

Sementara di Pulau Lombok, Hamdi mengatakan belum ada investor yang berniat membangun pabrik rumput. Para petani rumput laut di Lombok lebih senang menjual hasil produksinya. Karena memang budidaya rumput laut yang ada di Pulau Lombok ada bos besar yang sudah membiayai. Sehingga ketika produksi, petani wajib menjualnya ke orang yang sudah memberi modal.

Disinggung mengenai budidaya rumput laut yang pernah menjadi program unggulan Pemprov NTB pada 2008 mulai redup saat ini. Hamdi mengatakan, sedang dilakukan upaya peningkatan produksi. Dengan sentuhan teknologi untuk menghasilkan bibit rumput laut yang baik.

‘’Kita sudah bisa membuat bibit sistem kultur jaringan yang mempunyai daya tahan dan daya tumbuh yang lebih cepat.  Kemudian tentunya kita salurkan bibit-bibit ini ke kelompok masyarakat untuk dikembangkan. Nanti masyarakat menjual bibit ke  pembudidaya lainnya,’’ jelas Hamdi.

  Moringa Sasambo : Teh Ajaib Berbahan Dasar Kelor

Menurutnya, penyiapan bibit rumput laut perlu mendapatkan intervensi. Agar pertumbuhannya di alam menjadi bagus. Ia menyebut kondisi alam juga sangat berpengaruh terhadap hasil produksi budidaya rumput laut.

‘’Kalau alam baik, tidak ada banjir, tidak ada lumpur ke laut maka akan berhasil. Tapi kalau dari darat sudah banyak lumpur, maka akan berpengaruh pada hasil budidaya rumput laut,’’ katanya.

Ia menyebut potensi rumput laut di NTB mencapai 14.000 hektare. Pada 2019, produksi rumput laut di NTB mencapai 850 ribu hektare lebih. Produksi rumput laut NTB hanya mencapai satu juta ton pada 2016 lalu. Sementara pada tahun sebelum dan sesudah 2016, produksi rumput laut NTB di bawah satu juta ton.

Pada 2018, produksi rumput laut di NTB mencapai 850.235,78 ton. Sumbawa merupakan daerah dengan produksi rumput laut terbesar di NTB mencapai 439.385,49 ton. Kemudian disusul Bima sebanyak 124.347,08 ton, Lombok Tengah 96.047,7 ton, Sumbawa Barat 83.013 ton, Lombok Timur 54.103,86 ton, Lombok Barat 52.688,44 ton, dan Dompu 650,21 ton. (nas)

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here