30 Produk Unggulan Siap Jadi Suvenir MotoGP

Ilustrasi MotoGP (maxpixel)

Mataram (Suara NTB) – Pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menunjukkan sikap antusiasmenya menyambut gelaran MotoGP 2021 mendatang. Hal itu ditunjukkan dengan penyerahan contoh produk kerajinan dari IKM dan UKM di Lombok Tengah kepada pihak Mandalika Grand Prix Association (MGPA).

Perwakilan Tim MGPA, Awalutfi Andika, menerangkan bahwa Tim MGPA akan memilih beberapa produk unggulan dari IKM dan UKM di Lombok Tengah yang telah diserahkan untuk dimasukkan dalam marketplace ataupun laman resmi MotoGP.

‘’Diharapkan produk UKM dan  IKM Lombok Tengah tersebut bisa menjadi alternatif merchandise atau suvenir MotoGP ,’’ ujarnya, Senin, 27 Januari 2020 seperti dikutip dari laman resmi MGPA.

Produk kerajinan yang diserahkan, merupakan hasil pembinaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lombok Tengah. Terdapat 30 jenis produk unggulan kategori ekspor yang diserahkan. Diantaranya berupa makanan dan minuman khas Lombok Tengah yang akan menjadi penunjang kebutuhan makan dan minum wisatawan selama gelaran balap motor internasional tersebut berlangsung.

Baca juga:  Agen Perjalanan Wisata Butuh Informasi Lengkap Soal MotoGP

Selain itu ada juga beberapa jenis kerajinan perak, anyaman bambu, anyaman rotan/ketak, gerabah, tenun, kerajinan kerang, furniture kayu, kerajinan serabut kelapa, batik Sasambo dan kerajinan tas dari tenun.

MGPA saat ini tengah menyiapkan pelatihan khusus dari tim designer produk MGPA bagi IKM dan UKM yang produknya dinyatakan lulus dan layak menjadi suvenir MotoGP. Hal tersebut terutama untuk meningkatkan nilai jual produk. ‘’Semua dilakukan karena MGPA juga bertujuan untuk menggerakkan perekonomian setempat dengan berpihak pada UKM dan IKM,’’ ujar Andika.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, SE.ME menerangkan bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan segera mendetailkan lagi bentuk kerjasama dengan pihak ITDC selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Hal tersebut menyangkut fasilitasi yang diberikan kepada IKM dan UKM Lombok Tengah yang berada sekitar kawasan.

‘’Kami akan koordinasikan lebih lanjut. Informasinya akan ada roadshow ke 10 kabupaten/kota, nanti kami yang dampingi,’’ ujar Nuryanti, Senin, 27 Januari 2020. Hal terebut guna mendorong agar setiap kabupaten/kota di NTB memiliki keterwakilan IKM dan UKM dalam penyiapan kebutuhan MotoGP, termasuk untuk suvenir, makanan dan minuman.

Baca juga:  Capaian Pembangunan Sirkuit MotoGP Baru 20 Persen

‘’Yang penting itu semuanya besemangat untuk mendukung, mensukseskan dan mengambil bagian dalam MotoGP,’’ ujar Nuryanti. Pemerintah berperan untuk memfasilitasi keinginan masyarakat untuk terlibat. ‘’Kita perlu siapkan standarisasinya, karena ini sudah bicara pasar global,’’ sambungnya.

Dinas Perindustrian bersama stakeholder, sampai saat ini belum mendapatkan rincian pasar yang diprediksi akan datang ke NTB ketika gelaran MotoGP berlangsung. Pemetaan menurutnya sangat diperlukan untuk menentukan segmentasi pasar serta jenis produk yang memiliki potensi lebih besar untuk dipasarkan.

Senada dengan itu Kepala Dinas Koperasi (Diskop) NTB, Drs.H. Lalu Saswadi menerangkan bahwa percepatan yang terus dilakukan oleh IKM dan UKM Lombok Tengah dapat menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain untuk turut menyiapkan dan mengambil bagian dari peluang MotoGP. ‘’Untuk kabupaten/kota lain kita sudah minta juga, tapi Lombok Tengah sebagai lokasi (gelaran MotoGP) memang lebih intens,’’ ujarnya, Senin, 27 Januari 2020.

Baca juga:  Destinasi Wisata Penyangga MotoGP Perlu Diperhatikan

Walaupun begitu, Saswadi menerangkan bahwa dalam prosesnya nanti IKM dan UKM di seluruh NTB harus membangun sinergi. Mengingat peluang MotoGP tidak dapat dipenuhi oleh segelintir IKM dan UKM dari satu wilayah semata.

Dicontohkan Saswadi seperti produksi mutiara yang saat ini masih minim di Lombok Tengah namun berkembang di Lombok Barat dan Mataram. ‘’Jadi mereka bisa kerjasama, harus bermitra dengan UKM yang ada di kabupaten/kota lain. Silakan lewat Lombok Tengah, tapi apa yang tidak ada dimitrakan,’’ ujarnya.

Diskop NTB pada Kamis, 30 Januari 2020 mendatang disebut akan mengadakan rapat koordinasi dengan Diskop se-NTB guna membahas keterwakilan produk IKM dan UKM dari 10 kabupaten/kota lainnya. “Kami akan surati Diskop kabupaten lainnya. Selain untuk oleh-oleh suvenir yang sifatnya untuk makanan dan minuman tidak mungkin (Lombok Tengah) bisa berdiri sendiri. Karena itu kita akan kumpul hari Kamis (pekan ini),’’ pungkasnya. (bay)