Produksi Cabai Turun Drastis

illustrasi Cabai (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sebagai dampak kemarau panjang tahun 2019, produksi cabai mengalami penurunan cukup drastis. Hal itu memicu kenaikan harga yang signifikan. Harga cabai di Kota Mataram saat ini menembus Rp65.000/Kg. Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh pun meminta untuk mendatangkan cabai dari luar daerah.

Ketua Asosiasi Cabai Indonesia (ACI) Provinsi NTB, H. Subhan tak menampik tingginya harga cabai saat ini. Menurutnya, terbatasnya produksi akibat keterbatasan air pada akhir tahun 2019 untuk penanaman cabai. Seharusnya, Bulan Oktober, petani sudah mulai melakukan penanaman. Namun hingga Desember, petani mengalami kesulitan air.

Baca juga:  Harga Cabai Diprediksi Terus Melonjak Hingga Februari

Subhan mengatakan, produksi cabai yang sentranya di Kabupaten Lombok Timur, saat ini hanya 25  sampai 30ton/hari. Menurun drastis dibandingkan dengan produksi cabai dalam situasi normal yang mencapai ratusan ton sehari.

Meski begitu, Subhan menyebut kebutuhan dalam daerah masih terpenuhi. Sehingga pengusaha masih memenuhi permintaan dari luar daerah. Dari Jakarta, Bali, dan Nusa Tenggara Timur. Termasuk Sumbawa dan Bima.

Baca juga:  NTB Datangkan Cabai dari Jawa

‘’Kalau dibilang kekurangan sih ndak. Malah kalau dijual semuanya di dalam daerah, hancur lagi harganya. Yang rutin sekarang minta Jakarta. Kiriman cabai ke sana tetap ada,’’ akunya pada Suara NTB, Kamis, 23 Januari 2020.

Dalam sehari, Subhan mengirim sekitar 2 ton cabai ke Jakarta. Harga cabai di luar daerah juga cukup tinggi, mencapai Rp90.000 lebih per Kg. Dengan tingginya harga itu, hukum pasar berlaku. Pengusaha juga memanfaatkan peluang ini.

Baca juga:  Harga Cabai Tembus Rp100 Ribu

Di tingkat petani, harga cabai sudah mencapai Rp60.000/Kg. Saat ini petani sedang menerima keuntungan. Subhan mengatakan, fenomena ini terjadili hanya sesaat. Pada awal bulan Maret nanti, diperkirakan harga telah kembali stabil.(bul)