Nasabah Jiwasraya di NTB Mencapai 7.000 Orang

Abidin. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Perusahaan asuransi milik pemerintah, PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) saat ini dibelit persoalan tak mampu membayar klaim polis hingga di atas Rp10 triliun. Persoalan Jiwasraya saat ini masih menjadi perhatian publik.

‘’Di NTB, nasabahnya sampai saat ini telah mencapai 7.000-an nasabah,’’ kata Abidin, M.Pd,  Senior Agency Manager Jiwasraya Cabang NTB. Jiwasraya NTB ada sejak tahun 1970, bergerak di sektor jiwa.

 Jiwasraya memiliki tiga jenis produk. Diantaranya produk ritel, dan corporate. Yang diketahuinya, yang saat ini menjadi perhatian publik adalah produk lain yang bekerjasama langsung dengan delapan perbankan secara nasional. Tiga diantaranya bank tersebut juga beroperasi di NTB. yaitu, BTN, BNI dan BRI.

Baca juga:  Bank Wakaf Mikro Jadi Solusi Pengentasan Kemiskinan

‘’Kalau kita di NTB, siapkan produk ritel. Karena masing-masing punya jalurnya,’’ kata Abidin kepada Suara NTB.

Untuk produk ritel, dijelaskan sampai saat ini belum ada gagal klaim yang dibayarkan oleh Jiwasraya. Bahkan secara nasional, Jiwasraya NTB berada pada pringkat 27 terbaik dari 72 kantor cabang Jiwasraya di Indonesia.

Baca juga:  Pertumbuhan Industri Keuangan di NTB Lampaui Nasional

Sementara polis yang belum terbayar sampai saat ini, adalah polis untuk nasabah Jiwasraya pada produk lain yang ada di Jiwasraya. Namanya produk Bancas. Di mana, nasabah berhubungan langsung dengan Jiwasraya pusat melalui bank-bank mitra.

‘’Kalau ada nasabah yang bermasalah. Silakan langsung berhubungan sama bank mitra itu, kalau produk yang disiapkan Jiwasraya NTB saat ini belum ada,’’ terangnya.

Meski begitu, mencuatnya persoalan gagal pembayaran klaim oleh Jiwasraya juga dirasakan imbasnya. Tidak jarang nasabahnya di NTB meminta informasi langsung terkait kelanjutan produk asuransi yang diikutinya.  ‘’Ada juga yang minta take over,’’ imbuhnya.

Baca juga:  Pertumbuhan Industri Keuangan di NTB Lampaui Nasional

Dijelaskan lagi Abidin, Jiwasraya NTB melayani nasabah untuk produk ritel. Di dalamnya menyiapkan jaminan asuransi untuk ritel atau pertanggungan perorangan. Dengan premi Rp350.000 sebulan, mendapatkan pertanggungan hingga Rp10 miliar.

Ada juga juga fasilitas asuransi untuk corporate. Yaitu tanggungan asuransi kepada kelompok atau perusahaan dan mencakup seluruh karyawan yang ada di dalamnya. Dengan tanggungan sesuai yang diminta oleh corporate.(bul)