Tingkatkan Daya Saing, Pembuatan Suvenir MotoGP Perlu Perhatikan Standar

Ilustrasi MotoGP. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kesempatan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di NTB untuk memproduksi suvenir resmi MotoGP 2021 diharapkan dapat merata untuk seluruh kabupaten/kota yang ada. Terutama untuk menampah jumlah dan jenis produk yang ditawarkan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB, H. Lalu Saswadi, menerangkan dalam mempersiapkan hal tersebut pihaknya bersama-sama dengan Dinas Perindustrian NTB tengah menyusun standar produksi UKM untuk suvenir MotoGP.

“Sedang kita susun kira-kira suvenir yang layak itu apa. Tidak mungkin gantungan kunci biasa saja. Mereka (penonton MotoGP, Red) ini ber-duit (memiliki uang),” ujarnya dikonfirmasi, Senin, 20 Januari 2020 di Mataram.

Setelah selesai disusun, standar produksi tersebut akan diajukan kepada pihak Indonesia Tourism Development Coporation (ITDC) selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika untuk dikerjasamakan. UKM sendiri dituntun untuk kreatif membuat produk, mengingat pasar wisatawan MotoGP bukan hanya pelancong biasa, namun juga termasuk wisatawan minat khusus.

Baca juga:  Peralatan Pengaspalan Sirkuit MotoGP Tiba di Lombok

Gelaran MotoGP 2021 disebut sebagai peluang besar bagi pelaku usaha di NTB. Karena itu, peningkatan kualitas produk merupakan hal yang niscaya harus dilakukan, mengikuti potensi besar dari gelaran MotoGP tersebut.

Menurut Saswadi, jika peluang tersebut tidak diambil oleh UKM dari NTB sendiri, ada celah besar peluang tersebut akan dimanfaatkan oleh orang luar NTB. Mengingat sampai saat ini banyak produk-produk UKM NTB yang justru diklaim oleh daerah lain.

“Itu yang harus kita bentengi UKM kita,” ujarnya.

Pemilik UKM yang tertarik mengikuti seleksi penyedia suvenir MotoGP sendiri diharapkan sudah mulai mendesain bentuk produk yang akan ditawarkan.

Baca juga:  Capaian Pembangunan Sirkuit MotoGP Baru 20 Persen

“Siapkan oleh-oleh yang layak, dan itu jangan lagi dibuat oleh orang lain (orang luar, Red),” ujar Saswadi.

Selain itu, UKM juga perlu menyiapkan beberapa hal untuk memperkuat produk yang dihasilkan agar tidak mudah ditiru. Salah satunya adalah membuat izin Hak Atas Kekayaan Intelekutal (HAKI).

Terutama untuk UKM-UKM yang memiliki kapasitas produksi cukup besar. “Kalau yang besar nanti harus ada HAKI-nya. Tapi yang lebih utama kita lakukan adalah bagaimana mereka ini membuat supaya tidak kecolongan oleh UKM dari luar,” tegasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Perdagangan (Disdag) NTB, Baiq Nelly Yuniarti, juga menekankan bahwa pemilik UKM di NTB perlu kreatif mempersiapkan diri menangkap peluang-peluang terkait gelaran MotoGP di NTB. Hal tersebut terutama menyangkut pembuatan satu produk khas sebagai suvenir untuk menyambut gelaran MotoGP 2021.

Baca juga:  Pelaku Pariwisata Mulai Siapkan Paket Wisata MotoGP

Diterangkan Nelly sampai saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak ITDC terkait penjualan suvenir tersebut. Pasalnya, khusus untuk gelaran MotoGP seluruh produk baik suvenir dan lain-lain masih memiliki hak paten yang dipegang oleh pihak penyelenggaran.

“Jadi kita pastikan boleh tidak atribut itu dibuat oleh yang lain,” ujar Nelly.

Walaupun begitu, dirinya memastikan bahwa Disdag NTB bersama-sama dengan stakeholder terkait akan memastikan bahwa UKM NTB mendapatkan tempat untuk terlibat dan menjadi bagian dari gelaran MotoGP di NTB.

“Pemprov NTB akan meminta bagian. Jadi harus ada (produk) yang boleh dibuat oleh UKM, itu harapan kita. Tidak boleh mengenyampingkan UKM kita,” pungkasnya. (bay)