Manfaatkan Peluang MotoGP, MGPA Rancang Sistem Terintegrasi Jual Suvenir Produk Lokal

Ilustrasi Sirkuti MotoGP (Sumber Foto : Instagram @MotoGP)

Mataram (Suara NTB) – Gelaran MotoGP yang akan dilaksanakan tahun 2021 di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika banyak memberi peluang. Kesempatan itu harus dimanfaatkan dengan cerdas dan maksimal oleh masyarakat. Termasuk diantaranya penyiapan pelaku usaha untuk kecil menengah (UKM) untuk memanfaatkan peluang event dunia tersebut.

Mandalika Grand Prix Association (MGPA) selaku pihak yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaran MotoGP di KEK Mandalika juga mendorong masyarakat memanfaatkan momen gelaran MotoGP 2021 mendatang. Mengingat selain pengembangan kawasan tersebut menjadi destinasi wisata, potensi pengunjung diperkirakan mencapai 1 juta orang dari seluruh dunia.

CEO MGPA, Ricky Baheramasjah, menerangkan bahwa kegiatan MotoGP ini membutuhkan banyak dukungan dari UKM yang digerakkan untuk memanfaatkan kesempatan emas tersebut. ‘’Kesuksesan event ini adalah kesuksesan Lombok (baca NTB) juga. Saya harap seluruh pihak bekerjasama untuk menjamin kesuksesan balap MotoGP,’’ ujarnya, seperti dikutip dari situs resmi MPGA, Jumat, 17 Januari 2020.

MGPA sendiri saat ini tengah membuat satu sistem terintegrasi terkait dengan penjualan merchandising atau suvenir produk lokal UKM, khususnya untuk wilayah Lombok Tengah. Produk UKM yang terdata akan melewati proses quality control oleh tim MGPA dan Dorna Sports sesuai dengan kriteria dan standardisasi tertentu.

Bagi UKM yang dinyatakan lulus proses tersebut akan menjadi official merchandise serta mengikuti serangkaian pelatihan untuk meningkatkan nilai jual. Sebagai permulaan, sebanyak 70 UKM asal Lombok Tengah telah memamerkan produknya beberapa waktu lalu, diantaranya kerajinan rotan, tenun, batik khas Lombok Tengah, dan camilan khas Lombok Tengah.

‘’UKM kita memang harus mempersiapan diri dan harus kreatif menangkap hal-hal yang terkait MotoGP,’’ ujar Sekretaris Dinas Perdagangan (Disdag) NTB, Baiq Nelly Yuniarti, menanggapi kesiapan UKM NTB menghadapi event MotoGP. Dikonfirmasi Jumat, 17 Januari 2020 di Mataram ia mengatakan, hal itu terutama menyangkut pembuatan satu produk khas atau suvenir untuk menyambut gelaran MotoGP 2021.

Diterangkan Nelly sampai saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) terkait penjualan suvenir tersebut. Pasalnya, khusus untuk gelaran MotoGP seluruh produk baik suvenir dan lain-lain memiliki hak paten yang dipegang oleh pihak penyelenggara.

‘’Jadi kita pastikan boleh tidak atribut itu dibuat oleh yang lain,’’ ujar Nelly. Walaupun begitu, dirinya memastikan bahwa Disdag NTB bersama-sama dengan stakeholder terkait akan memastikan bahwa UKM NTB mendapatkan tempat untuk terlibat dan menjadi bagian dari gelaran MotoGP di NTB.

‘’Pemprov NTB akan meminta bagian. Jadi harus ada (produk) yang boleh dibuat oleh UKM, itu harapan kita. Tidak boleh mengenyampingkan UKM kita,’’ katanya.

Produk yang dihasilkan oleh UKM NTB tidak terbatas pada kerajinan atau kriya semata. Juga termasuk  kuliner khas yang dapat dikemas dengan tema MotoGP. ‘’Jadi bisa kita buat makanan olahan khas daerah tempat MotoGP (berlangsung). Tergantung kreativitas UKM kita,’’ ujar Nelly.

Dalam prosesnya, Disdag NTB bersama-sama dengan stakeholder terkait akan memformulasikan persyaratan dan standar produk dari UKM yang akan diminta terlibat dalam gelaran MotoGP. Saat ini beberapa UKM telah memulai proses persiapannya, khususnya yang ada di Lombok Tengah.

Dicontohkan Nelly seperti UKM yang berada di lokasi penyangga KEK Mandalika, diantaranya Desa Ungga di Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah. ‘’Jadi ketika tamu berkunjung ke desa-desa penyangga ini, UKM di sana juga sudah siap,’’ ujarnya. (bay)