Sambut MotoGP, FKSM akan Buka Pelatihan Sales dan Marketing

Ilustrasi MotoGP (maxpixel)

Mataram (Suara NTB) – Perusahaan-perusahaan FMCG (Food & Manufacturing Consumer Goods) memiliki ekspektasi bisnis cukup tinggi dengan ditetapkannya Lombok sebagai tuan tumah MotoGP 2021 di Indonesia. Terlebih, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika menjadi program super perioritas nasional. Prospek penjualan produk-produk FMCG di Lombok, NTB dihitung sangat menjanjikan.

Sejalan dengan menggeliatnya sektor pariwisata dan infrastruktur pendukung lainnya di provinsi ini. Penjualan produk juga mengalami pertumbuhan yang positif di Lombok, NTB tahun 2019 lalu. Meski telah mengalami gempa pada 2018 lalu, recoverynya dianggap cukup cepat. Peningkatan penjualan kebutuhan produk FMCG ini diyakini akan makin signifikan, dengan adanya MotoGP 2021 nantinya. Karena itu, sepakat FKSM NTB atas optimisme pasar di Nusa Tenggara Barat kedepannya.

Baca juga:  ‘’Medical Tourism’’, Rumah Sakit Perlu Berkolaborasi

“Sangat optimis, apalagi Lombok telah menjadi perhatian dengan adanya MotoGP. Semua perusahaan meningkatkan target bisnisnya di Lombok,” kata Ketua FKSM Provinsi NTB, Muhammad Jefri. Dengan tingginya ekspektasi bisnis perusahaan-perusahaan FMCG ini, tentunya dibutuhkan SDM-SDM yang lebih banyak. Karena itu, FKSM Provinsi NTB telah menggodok dan akan merealisasikan pelatihan untuk melahirkan sales dan marketing yang akan menunjang pencapaian target bisnis setiap perusahaan.

Dalam diskusi prospek bisnis FMCG dengan Suara NTB di sekretariat FKSM Provinsi NTB di Lingkar Selatan, Kamis, 9 Januari 2020, beberapa anggota dan pengurus FKSM lainnya, Taufik ( Adem Sari-Enesis Group),  Adi ( Mayora Group),  Willy (Kapal Api),  Wahyu (Pengusaha Material Building), Priharyanto (Depo Bangunan),  Toni ( Rinjani Group) juga menyatakan optimisme yang sama.

Baca juga:  ‘’Medical Tourism’’, Rumah Sakit Perlu Berkolaborasi

Jefri, sekaligus Manager Niaga Supermarket ini mengatakan, pertumbuhan penjualan semua produk dari seluruh perusahaan anggota FKSM NTB rata-rata di atas 10 persen dibanding tahun sebelumnya. Meskipun pencapaian target bisnis umumya relatif tak terpenuhi. Dipengaruhi oleh kemarau panjang, tak berhasilnya petani tembakau musim tanam 2019, dan wait and see masyarakat membelanjakan uangnya.

“Rata-rata bagus pertumbuhan bisnisnya tahun kemarin (2019), ritel itu tumbuhnya 15 persen. Kebutuhan bahan-bahan bangunan mungkin paling tinggi,” jelas Jefri. Karena itulah, untuk menunjang pertumbuhan bisnis yang lebih besar, butuh penambahan SDM untuk sales dan marketing. Rencananya pelatihan sales dan marketing akan dibuka dalam waktu dekat. Terbuka untuk umum. Pelatihan digaransi langsung diterima oleh perusahaan-perusahaan yang menjadi anggota FKSM.

Baca juga:  ‘’Medical Tourism’’, Rumah Sakit Perlu Berkolaborasi

“Ada 96 anggota FKSM NTB, boleh pilih setelah selesai pelatihan mau masuk di perusahaan mana saja. Mentornya melibatkan anggota – anggota FKSM NTB,” demikian Jefri. Mencetakan sales dan marketing fresh ini untuk mengakselerasikan pembangunan di NTB dan ekspansi bisnis seluruh perusahaan FMCG ke depannya. Dengan adanya MotoGP di KEK Mandalika. (bul)