Pastikan Penjulan Sesuai HET, Bulog dan Satgas Pangan Sidak Pedagang Beras

Sidak para pedagang beras Selasa (7/1) kemarin. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Perum Bulog Divisi Regional (Divre) NTB bersama Satgas Pangan menggelar sidak ke sejumlah pedagang beras di pasar-pasar percontohan NTB di Kota Mataram. Sidak dilakukan untuk memastikan penjualan beras sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sidak dipimpin Rahmatullah, Kabid Komersial Perusahaan Umum (Perum) Bulog  Kantor Wilayah NTB, bersama tim dari Satgas Pangan Polda NTB. Sasarannya tiga pasar yang menjadi acuan Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan pemantauan harga. Pasar Kebon Roek Ampenan, Pasar Mandalika Sweta dan Pasar Pagesangan.

Beberapa pedagang yang dijumpai rata-rata mengaku belum terjadi kenaikan harga beras seperti yang dikhawatirkan pada awal tahun ini. Mengingat pergeseran musim tanam akibat kemarau panjang tahun 2019. Hj. Sri di Pasar Kebon Roek mengatakan sementara ini harga beras belum berkembang. Terendah Rp8.500/Kg, dan tertinggi Rp11.000/Kg untuk beras super. Pembeli juga diberikan pilihan beras sesuai kualitas yang diinginkan.

Menurut Hj. Sri, dalam seminggu ia bisa menjual hingga 14 ton. Pasokan beras biasanya didatangkan dari Bulog. Seberapapun permintaannya, selalu disuplai. “Tidak ada gejolak, masih stabil,” ujarnya. Beberapa pedagang beras di Pasar Mandalika Sweta juga menyebut harga beras tertinggi Rp10.500, sampai Rp11.000/Kg. H. Husni, salah satunya yang menjual beras dari Bulog dan penggilingan di Lombok Barat. Harga beras, sesuai kualitas. Agar masyarakat/pembeli mendapatkan informasi harga, pedagang menempatkan papan harga diatas berasnya.  “Pasokan beras tetap ada. Medium harganya Rp8.500 sekilo. Premium Rp10.500 sekilo,” kata H. Husni.

Wayan Raka, salah satu pedagang besar di Pasar Mandalika juga memberikan pilihan kepada para pengecer beras di pasar ini. Untuk beras kualitas super, ia menjualnya Rp10.000/Kg kepada pengecer. Harga hingga ke tingkat konsumen sekitar Rp10.500/Kg. Demikian juga di beberapa pedagang yang ada di Pasar Pagesangan Mataram. Harga beras relatif terkendali.

  Serapan Gabah Bulog Sangat Rendah, Wabup Lotim Geram

Sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 27 Tahun 2017 tentang Penetapan HET, untuk wilayah di Indonesia. Di Provinsi NTB, beras medium harga tertinggi dibatasi oleh pemerintah Rp9.450/Kg, premium Rp12.800/kg. Artinya, harga beras yang ada saat ini di pasar tradisional masih di bawah HET. Kepala Perum Bulog Kantor Wilayah NTB, Supriyanto mengatakan cadangan beras di Bulog saat ini masih melimpah. Untuk menjaga kualitas, Bulog bahkan mencadangkan dalam bentuk gabah.

“Kalau ada yang mau beras fresh, kami siap giling langsung. Berapa permintaannya akan kami penuhi, dan beras fresh,” ujarnya. Berdasarkan laporan penjualannya, dalam sehari Bulog menggelontorkan 200 ton beras ke pasaran. Untuk mencegah adanya aksi spekulan beras, Bulog akan mengintervensi terutamanya pasar Mandalika yang akan diperbanyak mitranya. Bulog akan menjadi penyuplai berasnya, dengan kualitas dan harga sesuai harga pasar. Namun komitmen bersama, tidak diperbolehkan menjual di atas HET kata Supriyanto. (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here