Investasi di NTB hanya Rp10 Triliun

Ilustrasi investasi di NTB. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Provinsi NTB berhasil menarik investasi di kisaran Rp10 triliunan untuk tahun 2019. Angka pastinya akan dirilis langsung oleh Badan Koordinasi dan Penamanam Modal (BKPM) RI.

“2019 ini sekitar Rp10 triliun lebihlah. Nanti diumumkan resmi oleh BKPM RI,” kata Plt Kepala Dinas PM-PTSP Provinsi NTB, Drs. Samsul Rizal., MM.

Ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 14 Januari 2020, Samsul Rizal menyebut, tahun 2019, BKPM – RI menargetkan NTB berhasil mengukuhkan investasi senilai Rp16 triliun.

Akan tetapi, gempa akhir tahun 2018 dirasa masih berdampak pada semangat investor untuk berinvestasi, BPKM-RI kemudian melakukan penyesuaian target investasi menjadi Rp13,3 triliun.

Dari triwulan I, II dan III tahun 2019, investasi yang terealisasi di NTB sebesar Rp7,1 triliun. umumnya investasi dari asing. Menurut Samsul Rizal, tugas yang paling penting tahun 2020 ini adalah meyakinkan kembali para investor agar berinvestasi kembali.

Promosi-promosi investasi tetap dilakukan dengan berbagai upaya. Termasuk kemudahan-kemudahan berinvestasi juga menjadi perhatian.

Baca juga:  Tuntut Pabrik Pemecah Batu Ditutup, Warga Tolak Diperiksa Polisi

Apalagi, tahun 2020 ini, dalam RPJMD yang telah disusun, taget investasi masih sebesar Rp16 triliun. “Karena itu, selain promosi, kita juga meyakinkan kembali investor-investor yang masih wait and see untuk melanjutkan investasinya,” imbuhnya.

Tidak terfokus menggarap calon-calon investor, menurut Samsul Rizal, investasi yang ditunda ini masih memungkinkan dilanjutkan. Recovery ekonomi NTB harus dilakukan lebih cepat dan terus menerus. jika menunggu investor baru, menurutnya butuh waktu dua sampai tiga tahun untuk memastikan investor berinvestasi.

“Karena mereka harus beli lahan, urus izin-izinnya. Dan itu prosesnya tidak cepat. Sementara ekonomi kita harus digerakkan lebih cepat. Untuk itu, yang sudah ada lahan, sudah ada izin investasinya. Kita dorong kembali untuk melanjutkan investasinya,” demikian Samsul Rizal. Peran penting investasi bagi pembangunan daerah dijabarkan dalam beberapa hal. Diantaranya, sebagai sumber modal.

Dimana kegiatan usaha apapun yang dilakukan oleh siapapun termasuk pembangunan yang dilakukan daerah memerlukan modal. Modal merupakan faktor yang amat penting di dalam setiap kegiatan usaha, karena modal merupakan sumber energi baik untuk kelangsungan, pengembangan, maupun pertumbuhan usaha. Lalu menambah lapangan pekerjaan, Investasi mempunyai arti penting pula di dalam penyerapan tenaga kerja, karena dengan adanya investasi baik nasional maupun asing, akan meningkatkan kegiatan atau menghidupkan kembali sektor riil.

Baca juga:  NTB Harus Ramah Investasi dan Industrialisasi

Hal ini akan menyerap tenaga kerja sehingga dengan adanya investasi ini akan membuka lapangan kerja baru serta mengurangi penggangguran.

Selain itu adalah alih teknologi. Pada umumnya, negara-negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia dalam penguasaan teknologi lebih terbelakang dari negara maju, investasi yang pada umumnya dilakukan oleh investor negara maju diharapkan dalam menanamkan modalnya di Indonesia juga membawa teknologi yang maju dalam perusahaannya, sehingga apabila dalam proses produksinya mempekerjakan tenaga kerja Indonesia, maka tenaga kerja Indonesia akan menggunakan teknologi tersebut. Pada akhirnya tenaga Indonesia dapat menguasai teknologi yang di bawa oleh perusahaan asing tersebut. Kemudian mendukung penguatan PAD karena investasi dapat menggerakkan sektor riil.

“Tahun ini investasi juga akan ditertibkan. Termasuk ruko-ruko yang dibangun juga akan masuk dalam catatan investasi,” demikian Samsul Rizal. (bul)