Kualitas Uang Beredar Diperbaharui

Salah satu layanan kegiatan penukaran untuk meningkatkan kualitas uang yang beredar di masyarakat NTB (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Sesuai amanat UU No. 7 Tahun 2019 tentang Mata Uang, Bank Indonesia senantiasa memenuhi kebutuhan rupiah di masyarakat dalam nominal yang cukup, jenis pecahan yang sesuai, dan dalam kondisi yang layak edar.

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB juga telah melakukan beberapa kegiatan untuk memastikan ketersediaan Rupiah bagi masyarakat NTB. Seperti yang dikemukakan Kepala Kantor Bank Perwakilan Indonesia NTB, Achris Sarwani, Bank Indonesia dan perbankan NTB telah menyusun langkah strategis guna meningkatkan kualitas uang beredar di NTB pada akhir Agustus, lalu action pada September.

Pada 24 agustus 2019 lalu, BI bersama dengan perbankan untuk menyusun strategi pemenuhan uang kertas, terutama uang kertas Pecahan Kecil (Rp20rb ke bawah) sehingga dapat memenuhi standar kualitas uang beredar yang diharapkan.

Hasil pembahasan tersebut menyimpulkan bahwa kualitas uang yang beredar di NTB dapat ditingkatkan dengan cara mempermudah akses masyarakat untuk melakukan penukaran uang layak edar. Menambah pos-pos pelayanan penukaran uang lusuh (tidak layak edar), serta meningkatkan edukasi dan sosialisasi tentang GEMAR TULUS, GErakan MAsyARakat Tukar Uang LUSuh.

Baca juga:  Terduga Pencuri Spesialis Perumahan Kuras Tabungan Korban

Upaya Kantor Perwakilan Bank Indonesia untuk memastikan kualitas uang beredar dilakukan dengan berbagai cara, baik cara konvensional berupa kegiatan kas keliling maupun dengan kerjasama dengan pihak lain tanpa dipungut biaya. Jumlah uang lusuh yang ditukarkan masyarakat, seluruhnya akan dikembalikan dalam bentuk uang layak edar dengan nilai yang sama.

Menindaklanjuti pertemuan kesepakatan pada Agustus lalu dengan perbankan, beberapa upaya yang sudah dilakukan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, selama periode September antara lain adalah penandatanganan Kesepakatan Bersama antara BI dan asosiasi BPR di NTB (Perbarindo NTB) untuk melibatkan BPR dalam melayani penukaran uang lusuh di masyarakat.

Baca juga:  Skimming ATM BNI, Bule Bulgaria Dihukum 2,5 Tahun Penjara

Selain itu, dilakukan pula penandatanganan Kesepakatan Bersama dengan Bank NTB Syariah dalam rangka risk management pada kegiatan kas keliling BI. Selanjutnya pada pertengahan September juga dilakukan pertemuan antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Indonesia Provinsi NTB dengan  BRI Kota  Bima beserta agen BRI untuk melibatkan agen BRI dalam melayani penukaran uang lusuh masayarakat.

Dari sisi kegiatan kas  keliling, selama Bulan September kegiatan kas keliling dengan tajuk GEMAR TULUS dilakukan sebanyak 16 kali, atau rata 4 kali dalam seminggu. Pada akhir pekan lalu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi  NTB juga melaksanakan kegiatan Layanan GEMAR TULUS untuk menjemput uang lusuh yang beredar di masyarakat, khususnya di Pasar Cakranegara dan Pasar Sindu di Kota Mataram.

Baca juga:  Lomba Foto Pariwisata dan Budaya, Bank NTB Syariah Siapkan Hadiah Rp60 Juta

Kegiatan ini dilaksanakan untuk menarik UPK (Uang Pecahan Kecil) yang sudah lusuh dan ditukarkan dengan uang baru, agar uang yang beredar di masyarakat mencapai level layak edar seperti yang telah ditargetkan oleh Bank Indonesia. Selain melayani penukaran uang rupiah, Bank Indonesia juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat memperlakukan uang dengan baik, guna menjaga uang tetap dalam keadaan layak edar.

Sehingga masa edar uang di masyarakat bisa lebih lama. Bank Indonesia juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang ciri keaslian uang Rupiah (CIKUR) sehingga masyarakat juga terhindar dari potensi risiko peredaran uang palsu. Layanan GEMAR TULUS juga dilaksanakan oleh Perbankan, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB telah mendistribusikan media informasi ke seluruh Bank mengenai layanan tersebut. (bul)