Penataan Kawasan Bisnis Cakranegara Dilanjutkan

0
2
Kawasan di sepanjang Jalan Selaparang, Cakranegara telah ditata. Satker PBL merevitalisasi pendestrian dan telah membangun lampion serta kursi. Tahun ini kembali dikucurkan dana Rp15 miliar melanjutkan penataan kawasan tersebut. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Kawasan Bisnis Cakranegara kembali direvitalisasi. Satuan Kerja (Satker) Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengucurkan anggaran Rp15 miliar. Pengelolaan lahan parkir dan pedagang kaki lima menjadi pekerjaan rumah.

Pengerjaan tahap pertama tahun 2018 lalu, Satker PBL menggelontorkan anggaran Rp5 miliar untuk menata kawasan di sepanjang Jalan Pejanggik, Hasanuddin dan Selaparang. Komitmen sama rupanya jadi keinginan Pemkot Mataram menyulap Kawasan Bisnis Cakranegara (KBC). Penataan mulai dari pendestrian, lampu hingga menyiapkan bangku. Konsep KBC mengadopsi penataan di Jalan Malioboro,Yogyakarta.

Kucuran anggaran Rp15 miliar disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Sekda yang juga Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, tak terlepas dari komunikasi Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana dengan Dirjen di Kementerian PUPR. Awalnya, pemerintah pusat enggan mengalokasikan kembali karena melihat tak tersedianya lahan parkir dan tata kelola pedagang kaki lima tak beraturan.

Wawali memberikan keyakinan sehingga Satker PBL mengiyakan dan menambah anggaran. “Awalnya kita usulkan Rp10 miliar. Pak Wakil terus intens berkomunikasi, Alhamdulillah disetujui Rp15 miliar,” sebut Martawang dikonfirmasi, Jumat, 10 Mei 2019.

Tindaklanjut revitalisasi diawali ekspose yang diagendakan berlangsung, Selasa, 14 Mei 2019 pekan depan. Konsep detailnya dibahas bersama dengan Satker PBL melibatkan instansi teknis Lingkup Pemkot Mataram.

Martawang menambahkan, penataan Kawasan Bisnis Cakranegara tak jauh beda dari konsep sebelumnya. Dengan tambahan anggaran jadi Rp15 miliar diharapkan sepanjang Jalan Pejanggik turut terdampak. “Harapkan kita mudah – mudahan bisa mengarah sepanjang Jalan Pejanggik, kalau memang anggaran cukup,” tandasnya.

Diakui, penyediaan lahan parkir serta penataan pedagang jadi kendala. Namun, Pemkot Mataram telah memiliki komitmen menyediakan lahan dengan melibatkan stakeholder. Termasuk komitmen menyiapkan anggaran pemeliharaan ke depannya.

  Benahi Infrastruktur, ‘’Jinakkan’’ Banjir

Martawang enggan menjelaskan detail konsep selanjutnya. Manfaat kawasan itu serta merawatnya jadi pekerjaan rumah yang meski dipikirkan bersama. “Bahwa apa yang dibangun diharapkan memberi kebermanfaatan,” demikian kata Martawang. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here