Tingkatkan Okupansi Akhir Tahun, Hotel Perlu Susun Promo Khusus

I Gusti Lanang Patra (Suara NTB/dok)

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Menjelang pergantian tahun okupansi hotel di NTB diperkirakan akan meningkat. Hal tersebut diukur dari peningkatan okupansi yang mulai terjadi, baik di city hotel maupun resort yang ada. Meski demikian, hotel-hotel diharapkan membuat paket-paket promo khusus untuk mewujudkan hal tersebut.

Ketua Kehormatan Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) NTB, I Gusti Lanang Patra, menerangkan bahwa jika mengikuti siklus tahunan peningkatan okupansi utamanya akan terjadi pada akhir dan awal 2020 mendatang. Khususnya untuk resort-resort yang mengadakan kegiatan perayaan akhir tahun.

Sebagai penutup tahun, PHRI NTB sendiri memprediksi bahwa okupansi tertinggi yang bisa diperoleh resort mencapai persentase 80 persen. Terutama untuk resort-resort di kawasan Tiga Gili, Sekotong dan Kuta. Sedangkan untuk city hotel diperkirakan hanya akan mencapai kisaran 50 persen. “Okupansi di resort akan ramai mulai 20 Desember mendatang sampai 5 Januari,” ujar Lanang saat dikonfirmasi, Kamis, 12 Desember 2019 di Mataram.

Walaupun begitu, untuk saat ini city hotel disebut masih memiliki persentase yang lebih tinggi dibandingkan resort. Hal tersebut dipengaruhi peningkatan MICE di hotel-hotel sebelum libur panjang dimulai. Di sisi lain, peningkatan okupansi untuk resort dan city hotel pada 2020 mendatang sendiri diakui menjadi hal yang dinanti-nanti, mengingat pada tahun 2018-2019 efek bencana gempa beberapa waktu lalu masih dirasakan.

“Akhir 2018 hingga awal 2019 okupansi kita bahkan hanya ada di kisaran 20 sampai 30 persen. Dampak gempa masih sangat terasa waktu itu,” ujar Lanang. Selain karena dampak gempa, masa pemulihan dampak bencana yang masih berlangsung juga disebut menjadi salah satu penyebab rendahnya okupansi beberapa waktu belakangan. Ditambah beberapa alasan lain seperti kenaikan harga tiket pesawat dan bagasi berbayar.

PHRI NTB sendiri disebut telah menyarankan agar hotel-hotel mulai menyiapkan inovasi untuk menyambut pergantian tahun. Terutama untuk penyusunan paket-paket promo untuk menarik perhatian tamu dan wisatawan. “Kalau bisa harus ada gebrakan yang mengejutkan. Kalau promo-promo biasa tidak (akan) ada pengaruhnya,” ujar Lanang. Dikonfirmasi sebelumnya Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Suntono,menyebut tren okupansi kamar hotel di NTB mulai menunjukkan peningkatan. Hal tersebut menjadi salah satu indokator yang baik, terutama untuk peningkatan menjelang pergantian tahun.

“Okupansi hotel akan meningkat secara perlahan, itu sudah terlihat dari okupansi hotel yang terus tumbuh sejak dua bulan terakhir,” ujarnya. Berdasarkan catatan BPS NTB sendiri, okupansi hotel hingga Oktober lalu menembus persentase 52persen. “Itu jarang-jarang terjadi. Artinya aktifitas ekonomi (di NTB) mulai tumbuh,” pungkasnya. (bay)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.