Pertanian dan Pariwisata, Tumpuan Ekonomi NTB

Suntono (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Kecenderungan ekonomi NTB yang mengalami peningkatan disebut menjadi modal utama untuk menyusun strategi untuk 2020 mendatang.Terutama jika melihat bahwa peningkatan tersebut hanya ditopang oleh dua motor penggerak, yaitu sektor pertanian dan pariwisata.

Kepala Badan Pusat Statistik NTB, Suntono, menerangkan bahwa sampai dengan triwulan tiga 2019, ekonomi NTB berada pada persentase 6,26 persen. Secara kumulatif, persentase tersebut diharapkan terus meningkat sampai dengan akhir tahun mendatang.

Terkait dua motor penggerak ekonomi NTB saat ini, Suntono sendiri memberikan atensinya pada sektor pariwisata. Di mana jika dilihat dari beberapa indikator, sektor tersebut memiliki potensi yang cukup bagus untuk menjadi andalan tahun 2020 mendatang.

Baca juga:  Bangun Sektor Pariwisata, Peranan Pemerintah Dinilai Masih Kecil

‘’Pariwisata sudah mulai bagus trennya. Lebih baik dari 2018 dan harapannya 2020 semakin baik lagi,’’ ujar Suntono. Salah satu indikator yang dimaksud dicontohkan seperti tingkat hunian kamar hotel di NTB yang tercatat pada Oktober lalu menembus amgka 52 persen.

‘’Itu jarang-jarang terjadi. Artinya aktivitas ekonomi (di NTB) mulai tumbuh,’’ katanya. Beranjak dari salah satu indikator tersebut, BPS NTB menilai ekonomi NTB 2020 bisa berjalan baik, walaupun salah satu motor penggerak sebelumnya yaitu tambang sedang mengalami kendala.

‘’Kita hanya punya dua itu (pertanian dan pariwisata) dari tiga motor penggerak. Tambang mungkin 2021 baru pulih,’’ sambungnya.

Baca juga:  Pariwisata Jadi Pilihan Utama Pemkab Lotim

Diterangkan Suntono, secara umum sektor pertanian memang masih mengungguli sektor pariwisata jika dilihat dari data terkait dampak yang diberikan bagi peningkatan ekonomi. Di mana dominasi sektor pertanian secara umum memberikan nilai tambah mencapai 26 persen, sedangkan pariwisata hanya 2,6 persen.

‘’Tapi akomodasi pariwisata ini sebenarnya nempel di sektor-sektor lain,’’ ujarnya. Mengingat dalam praktik pariwisata, ketika wisatawan mengunjungi NTB maka akan berdampak juga bagi beberapa industri seperti pengusaha suvenir, kuliner, dan jasa hiburan.

‘’Kalau ini kita ambil semua, sebenarnya pariwisata memberikan nilai tambah lebih dari 2,6 persen itu,’’ pungkasnya. (bay)