Pusat Tambah Tenaga Pendamping Keluarga Miskin di NTB

Wismaningsih Drajadiah (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menambah jumlah tenaga pendamping program keluarga harapan (PKH) di NTB. Dari 1.040 sumber daya PKH yang sudah ada, Kemensos menambah 187 orang pendamping PKH pada tahun ini.

Kepala Dinas Sosial (Disos) NTB, Dra. T. Wismaningsih Drajadiah yang dikonfirmasi kemarin mengatakan tugas utama dari tenaga pendamping PKH ini adalah mendampingi keluarga miskin yang masuk dalam Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Karena PKH ini merupakan program penanggulangan kemiskinan melalui pendekatan pendidikan dan kesehatan.

“Saya sudah menekankan kepada para pendamping PKH itu. Tugas pendamping PKH yang utama adalah mendampingi KPM kepada pelayanan pendidikan dan kesehatan. Jadi, saya sudah tekankan kalau ada kasus gizi buruk yang menjadi tanggungjawab pendamping PKH. Harus ada pertanggungjawaban,” kata Wismaningsih.

Baca juga:  Dampak Gempa Jumlah Penduduk Miskin KLU Bertambah

Apabila di suatu desa terjadi kasus gizi buruk, maka Disos akan langsung mengecek siapa yang menjadi pendamping PKH di daerah tersebut. Apakah bayi atau anak yang kena gizi buruk menjadi penerima PKH atau tidak.

“Kalau dia anggota penerima PKH, saya cek siapa pendampingnya. Apa penebabnya. Apakah dia jarang dibawa ke Posyandu. Apakah dia tidak diberikan makanan yang bagus oleh keluarganya. Itu juga akan dicek. Karena tugas utama pendamping PKH seperti itu, mendampingi KPM,” jelas Wismaningsih.

Ia mengatakan pendamping PKH ang ditemukan kasus gizi pada KPM yang didampingi menjadi bahan evaluasi terhadap pendamping bersangkutan. Pendamping PKH harus aktif mendampingi keluarga miskin untuk menekan dan mencegah munculnya kasus gizi buruk maupun stunting.

Baca juga:  Laju Penurunan Kemiskinan NTB Tercepat Kedua di Indonesia

Kemensos kembali merekrut sebanyak 187 pendamping PKH di NTB pada November lalu. Dengan rincian, Bima 25 orang, Dompu 12 orang, Lombok Barat 30 orang, Lombok Tengah 75 orang, Lombok Timur 6 orang. Selanjutnya, Lombok Utara 13 orang, Sumbawa 2 orang, Sumbawa Barat 2 orang, dan Kota Mataram 22 orang.

Wismaningsih menjelaskan banyaknya pendamping PKH yang dicari di NTB tahun ini akibat banyak yang sudah mundur. Bisa jadi karena sudah menjadi PNS atau pekerjaannya lainnya. Karena pada dasarnya, pendamping PKH tak boleh double job. Mereka harus fokus menangani atau mendampingi masyarakat miskin. Ia menyebutkan jumlah SDM PKH di NTB saat ini sebanyak 1.040 orang. Ada yang menjadi pendamping, operator dan koordinator, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten hingga provinsi. (nas)