OJK Serahkan Putusan Kepada Nasabah Bumiputera

Farid Faletehan (Suara NTB/bul)

Advertisement

Mataram (suara NTB) – Asuransi Bumiputera sampai saat ini belum memberikan kepastian kepada nasabah yang telah jatuh tempo dan mengajukan klaim. Otoritas juga belum bisa berbuat banyak menyelesaikan persoalan  salah satu industri keuangan ini. Salah seorang nasabah Bumiputera, SD mengaku belum mendapatkan kepastian setelah beberapa bulan terakhir ia mengajukan klaim.

Ibu dua anak dari Kecamatan Sakra Kabupaten Lombok Timur ini sudah lama menjadi nasabah Bumiputera. Salah satu produk yang diikutinya adalah produk asuransi pendidikan. “Kalau anak saya yang pertama ndak ada masalah. Anak saya yang kedua yang sudah jatuh tempo tapi tidak ada kepastian pencairan klaim,” katanya kepada Suara NTB.

Jatuh tempo pada April 2019. Sebelum jatuh tempo, ia telah mengingatkan agennya agar klaim tak tersendat. Namun hingga kini belum ada kepastian diterimanya. Beberapa kali ia menanyakan langsung ke Bumiputera Cabang Selong. Oleh pihak yang ditemuinya, ia hanya diberikan nomor ponsel yang bisa dihubungi kapan saja untuk menanyakan kepastian klaim.

“Saya sudah tiga kali mendatangi kantor Bumiputera. Tapi jawabannya tanya lewat hp saja biar tidak capek-capek. Sampai sekarang tidak ada informasi,” demikian SD. Masih banyak nasabah Bumiputera yang menunggu ketidakpastian nasib. Tidak saja yang telah jatuh tempo, nasabah yang belum jatuh tempopun turut mencari kejelasan.

Apakah tetap membayar premi, atau memutus kontrak. Sebagai otoritas industri keuangan, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB, Farid Faletehan memberikan isyarat kepada nasabah Bumiputera untuk bersabar.  Bumiputera, sebagaimana layaknya perusahaan asuransi, hingga saat ini masih tetap beroperasi. Merekrut nasabah, atau menyelesaikan kewajibannya kepada nasabah.

OJK masih tetap memantau, terutama di tingkat pusat. Saat ini Bumuputera sedang dalam proses penguatan intern. Karena itulah, semua klaim yang masuk sementara ini belum dapat diselesaikan. “Klaimnya hanya diutamakan yang sudah jatuh tempo, yang sudah jatuh tempo itupun akan dijadwalkan. Kalau yang belum jatuh tempo antrean panjang berikutnya,” kata Farid.

Lantas bagaimana kejelasan dana nasabah? Farid menambahkan, jika proses penguatan intern berjalan dengan baik, seharusnya tidak butuh waktu lama bagi Bumiputera menyelesaikan kewajibannya. Untuk kemungkinan terburuk, masih ada aset yang bisa digunakan untuk memenuhi kewajiban perusahaan. “Kalau dinyatakan pailit, masih ada asetnya. OJK akan melakukan monitoring dan pengawasan terhadap kinerja pengurusnya, prosesnya akan dilakukan oleh kantor pusat untuk melakukan pengawasan. Tetapi yang jelas, OJK pastikan jangan sampai salah langkah,” ujarnya.

OJK serahkan keputusan sepenuhnya kepada nasabah. Terutama yang masih setengah perjalanan. Jika diputus kontrak, risikonya, harus menunggu antrean panjang untuk klaim. (bul)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.