Lombok Potensial Jadi Pusat Pembibitan Koi

Kolam salah satu pecinta ikan koi Lombok (Suara NTB/bul)

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Lombok memiliki potensi besar menjadi sentra pembibitan ikan koi. Para penghobi koi bahkan telah mencanangkannya. Jumlah penghobi ikan koi di Lombok makin bertambah. On farm untuk pembibitan ikan hias ini juga sudah mulai banyak.

Di Lombok, para pecinta koi telah membentuk wadah, namanya Koilo atau Koi Lombok. Anggota Koilo terus eksis. Mereka juga telah siap menerima pesanan dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kita di komunitas sudah mencanangkan Januari kita sudah mulai kirim ke berbagai daerah. Sebelumnya ngirimnya hanya ke Bali,” kata Mantan Ketua Koilo, Budi Sakapitu.

Sebelumnya, on farm pembibitan koi hanya satu di Narmada, Lombok Barat. Jumlah on farm terus bertambah. Ada beberapa yang disebut Budi, di Mambalan Gunung Sari, ada juga K9, termasuk Lombok Koi. On farm ini sudah secara reguler memproduksi bibit koi.

“Mereka sudah siap kirim. Ada permintaan dari luar negeri. Untuk sementara fokus pada permintaan dalam negeri dulu,” jelas Budi.

Di Indonesia, beberapa daerah yang dikenal sebagai sentra produksi koi ada di Blitar dan Tulung Agung untuk Jawa Timur. Sementara di Jawa Barat ada Sukabumi dan Bogor. Selanjutnya, Lombok juga telah siap menjadi pusat Koi.

Potensi besar yang dimiliki Lombok, kata Budi, kualitas airnya yang bersumber dari Gunung Rinjani. Selain itu, ketersediaan air juga tercukupi. Terutama di bagian utara Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah.

Lombok menurutnya berpotensi besar menjadi penyedia ikan koi untuk kebutuhan dalam negeri. Sementara ini, salah satu kendala produksi dalam jumlah besar adalah kolam tebar untuk pembesaran.

“Yang paling dibutuhkan sekali adalah kolam pembesaran. Untuk sarana prasarana lainnya, tidak cukup sulitlah bagi para pecinta koi ini memenuhi sendiri,” jelas Budi.

Untuk indukan, menurut Budi sudah tersedia cukup banyak. Terutama para pecinta koi yang sudah lama. Rata-rata ikan koi koleksinya sudah dijadikan indukan.

Permintaan bibit koi kata Budi cukup tinggi. Itupun hanya ditawarkan lewat media sosial. Harganya, jika dijual borongan Rp25.000-Rp75.000/ekor dengan ukuran panjang 15 cm.

Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB Ir. L. Hamdi, M. Si menjawab soal perhatian pemerintah daerah terhadap ikan hias. Untuk ikan hias, sementara ini bukan prioritas.

Walaupun NTB sudah memiliki sentra pembenihan di Serumbung, dan Sekotong Lombok Barat. Yang utama, kata kepala dinas, budidaya udang vannamei, lobster, rumput laut, mutiara, ikan nila dan lele. Sementara untuk perikanan tangkap diutamakan tuna, cakalang, kerapu dan jasa kelautan diutamakan garam, minawisata dan hiu paus di Teluk Saleh.

“Sudah kita budidaya juga ikan hias. Kita fasilitasi masyarakat. Tapi yang utama adalah yang saya sebut itu,” demikian L. Hamdi. (bul)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.