Target 4 Juta Wisatawan Optimis Tercapai, Tiga Gili dan The Mandalika Jadi Penyumbang Utama

Geliat wisata dan usaha di Gili Trawangan, Desa Gili Indah, KLU. (Suara NTB/ars)

Praya (Suara NTB) – Target kunjungan wisatawan sebesar 4 juta orang di NTB pada tahun 2019 ini, optimis bisa tercapai. Menyusul stabilnya angka kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi wisata yang ada di NTB hingga Bulan November ini. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) NTB, H.L. Faozal, S.Sos.M.Si., kepada wartawan, di Desa Bonjeruk Kecamatan Pringgarata Lombok Tengah (Loteng), Selasa, 26 November 2019.

Ia mengatakan, saat ini angka kunjungan wisatawan baik itu domestik dan mancanegara di NTB sudah mencapai angkat sekitar 3,7 juta orang. Dengan sisa waktu yang masih, pihaknya optimis target kunjungan yang sudah dicanangkan bisa tercapai. “Ini kan masih ada Bulan Desember. Jadi optimis target 4 juta wisatawan bisa tercapai tahun ini,” tegasnya.

Sampai saat ini masih ada lima kapal pesiar yang dijadwalkan akan singgah. Belum lagi kunjungan ke tiga gili, dari hari ke hari terus menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Termasuk kunjungan wisatan yang ke kawasan The Mandalika. Ditambah destinasi-destinas yang lain.

Faozal menjelaskan, tiga gili masing-masing Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air serta kawasan The Mandalika memang jadi penyumbangan utama angka kunjungan wisatawan di NTB. Dimana tiga gili menyumbang sekitar 20 persen kunjungan wisatawan, diikuti kemudian dengan kawasan The Mandalika.

Tapi kalau bicara longstay (lama tinggal) wisatawan, kawasan The Mandalika bisa dikatakan paling lama. “Kalau wisatawan yang ada di kawasan The Mandalika, lama tinggalnya bisa sampai 5 hingga 6 hari. Dan, ini merupakan yang paling bagus,” sebutnya.

Karena memang karakter wisatawan yang tinggal di kawasan The Mandalika adalah wisatawan marine. Suka dengan aktivitas atau wisatawan bahari, seperti surfing dan diving yang sipatnya menunggu waktu. Tidak setiap saat bisa dilakukan. Sehingga rata-rata lama tinggal wisatawan cukup tinggi.

Disinggung target kunjungan wisatawan tahun 2020 mendatang, Faozal mengaku jika target tahun ini bisa tercapai pihaknya optimis bisa mencapai 4,5 juta. Target kunjungan wisatawan tahun 2020 tersebut pun sudah dilauching. Tinggal kemudian pihaknya menggencarkan promosi ke semua target wisatawan.

Jaringan konektivitas berupa rute penerbangan juga diperkuat. Itu untuk memudahkan wisatawan datang ke Lombok dan NTB ada umumnya. Dengan maskapai Airasia misalnya, sejumlah destinasi atau rute penerbangan baru mulai dibuka. Seperti Lombok-Surabaya serta Lombok-Yogyakarta. Sedangkan untuk rute-rute internasional, saat ini tengah dikaji rute penerbangan internasional mana saja yang akan dibuka. “Untuk rute internasional ada di rute Lombok-Australia saat ini sedangkan dikaji penambahan rute baru selain Lombok-Perth yang sebelumnya sudah dibuka,” tandasnya. (kir)