Apindo Pertanyakan Jejak Wisatawan dari Kapal Pesiar

Erry Ardiyanto - Ni Ketut Wolini (Suara NTB/dok)

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi NTB mempertanyakan jejak para wisatawan yang berkunjung ke Lombok dengan kapal pesiar yang bersandar di Pelabuhan Gili Mas, Lembar Kabupaten Lombok Barat. Untuk Bulan November ini, dua kapal pesiar masuk dari dermaga internasional yang tengah dikebut penyelesaiannya oleh Pelindo III.

Pertama pada 5 November 2019, sandar kapal pesaiar Sun Princess pengangkut lebih dari 2.000 wisatawan. Lalu pada 25 November 2019 ini menyusul sandar MV AIDA Vita yang juga membawa ribuan penumpang. Ketua Apindo Provinsi NTB, Ni Ketut Wolini mengatakan pengusaha lokal sangat berharap ribuan wisatawan yang datang ke Lombok tidak hanya singgah. Lalu pergi begitu saja. Inginnya, para wisatawan mampir di restoran, pusat oleh-oleh, pusat penjualan suvenir atau ke tempat-tempat tertentu untuk berbelanja.

“Mereka numpang datang, entah kemana diajak. Tidak tahu kita,” kata Wolini di Mataram, 27 November 2019. Sama sekali menurutnya, secara ekonomi kehadiran wisatawan yang dibawa oleh kapal pesiar belum berdampak signifikan terhadap pelaku usaha di daerah. Karena itu, pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata harus berinisiatif membangun komunikasi dengan pengusaha lokal dan stakeholders lainnya untuk memastikan jadwal kedatangan kapal, kemudian mengkoordinasikan penyiapan tujuan wisatawan.

“Persiapan mereka, apakah ke pusat oleh – oleh, pasar senin. Kalau ke hotel tidak mungkin. Karena mereka datang dengan hotel terapung,” kata Wolini. Penting dilakukan rapat koordinasi dengan seluruh stakeholders untuk menarik sebebesar-besarnya manfaat ekonomi dari kehadiran para wisatawan yang masuk melalui pelabuhan internasional Gili Mas.

Secara hitung-hitungan, untuk okupansi hotel (keterisian kamar hotel), di wilayah Senggigi Lombok Barat berdasarkan komunikasi dengan para pengelola hotel, okupansi telah mencapai 70 persen. Cukup baik setahun pascagempa. Okupansi hotel ini didukung oleh penerbangan langsung Air Asia dari Lombok ke Perth Australia, atau sebaliknya. Dengan biaya rendah dan tidak diberlakukan bagasi berbayar. “Dari kapal pesiar belum ada. Karena itu harus segera diambil langkah strategis. Fasilitas sudah ada, pelabuhan internasional,” imbuhnya.

Selain itu, kehadiran para wisatawan yang datang dengan kapal pesiar ini juga tidak bisa disalahkan. Pusat oleh-oleh juga harus berbenah mempersiapkan kebutuhan yang menarik bagi wisatawan. Demikian juga desa-desa wisata. Karena itu, sangat strategis peran Dinas Pariwisata berkoordinasi. Sebelumnya, General Manajer Pelindo III, Erry Ardiyanto, menyebut, Tahun 2019 ini ada delapan kapal masuk pesiar masuk, dua diantara telah masuk Bulan November ini. Sisanya di Bulan Desember. Tahun 2020 juga mengkonfirmasi sebanyak 8 kapal, kemudian 2021 sebanyak 6 kapal. Jadwal masuk ini dikonfimasi dalam pertemuan di Panama dengan principal cruise. Pelindo III telah menyiapkan pintu masuk yang representatif bagi kapal-kapal pesiar. Tinggal pemerintah daerah dan stakeholders yang memiliki PR untuk menangkap peluangnya. (bul)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.