IKM Loteng Butuh Outlet di KEK Mandalika

Aneka produk Ombak Food Desa Bonjeruk Kecamatan Jonggat yang dipajang untuk wisatawan. (Suara NTB/ris)

Advertisement

Praya (Suara NTB) Semakin banyak Industri Kecil Menengah (IKM) yang tumbuh di Lombok Tengah (Loteng) dalam beberapa tahun terakhir. UD. Ombak Bersatu yang berbasis di Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat sejak tiga tahun lalu bergelut di industri kuliner yang berbahan baku sayur-sayuran produk lokal. Kini mereka membutuhkan outlet di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai lokasi berjualan.

Owner UD. Ombak Bersatu, Yosi Eka Kurniawati kepada Suara NTB, Selasa,  26 November 2019 menuturkan, IKM bidang kuliner yang memproduksi oleh-oleh atau suvenir memang butuh tempat khusus di KEK Mandalika untuk melayani konsumen. KEK Mandalika akan menjadi destinasi yang sangat ramai beberapa tahun ke depan, sehingga IKM lokal harus bisa tampil di sana agar tak menjadi penonton di daerah sendiri.

“Kami ingin ada outlet atau gerai khusus di Mandalika. Mudahan bisa difasilitasi oleh pemerintah nantinya. Semoga juga ada platform untuk melindungi IKM di Loteng agar kita tidak jadi penonton nantinya,” harap Yosi.

Adapun produk yang dijual seperti jahe gulung, stik daun kelor, stik duri ikan, keripik pare dan lainnya. Usaha Dagang dengan merek Ombak Food ini berawal dari upaya pemberdayaan perempuan di Kampung Ombak, Dusun Bonjeruk Dalam. Para perempuan yang tak memiliki pekerjaan diberdayakan melalui aktivitas ekonomi seperti ini sehingga mereka memiliki penghasilan.

“ Usaha ini dimulai tahun 2017. Awalnya KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari ). Nah karena hasilnya melimpah, kami mulai berpikir bagaimana kami meningkatkan nilai jualnya, sehingga kami buat industri olahan pangan dari sayur-sayuran,” tambahnya.

Meski baru berusia tiga tahun, produk Ombak Food ini tak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya pasarnya sudah merambah pasar mancanegara.” Ini sudah sampai Singapura, Hong Kong dan minggu depan akan dikirim  ke Qatar,” terangnya. Untuk pasar lokal, produk ini biasa dijual kepada wisatawan yang datang ke Desa Wisata Bonjeruk.

Sebagai produk yang layak jual sampai luar negeri, produk Ombak Food juga sudah dilengkapi dengan label halal, keterangan kedaluwarsa serta PIRT. Soal harga, produsen tidak mamatok harga yang tinggi. Satu bungkus dengan berat 80 gram dijual dengan harga Rp 15 ribu.

Ia mengaku pemerintah daerah sudah memberikan intervensi berupa bantuan seperti peralatan dan bibit sayur-sayuran.” Bantuan berupa peralatan produksi dari Dinas Ketahanan Pangan Loteng , juga bantuan mulai bibit sampai pupuk. Sementara dari Dinas Koperasi dan UKM serta Dinas Perindustrian Provinsi NTB kami dibantu label halalnya,” tutupnya.(ris)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.