Gapasdap : Pengusaha Kapal Ferry akan Tingkatkan Kualitas Layanan

Bayu Windiya - Denny F. Anggoro (Suara NTB/bul)

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Cabang Lembar menyatakan akan memberikan jaminan pelayanan yang lebih baik kepada penumpang kapal Ferry, khususnya untuk penyeberangan Lembar – Padangbai.

Diketahui bahwa Kementerian Perhubungan berencana menaikkan tarif angkutan penyeberangan dengan rata-rata sebesar 10,13 persen di 20 lintas komersial. Kenaikan tersebut termasuk untuk penyeberangan di pelabuhan lintas Lembar (Lombok Barat) – Padangbai (Bali) yang menjadi jalur utama transportasi laut penghubung Lombok dan Bali. Kenaikan tarif itu akan mulai berlaku pada 1 Desember mendatang.

Ketua Gapasdap Cabang Lembar, Denny F. Anggoro menyambut baik rencana kenaikan tarif ini sebagai dampak dari makin tingginya biaya operasional. Gapasdap dan ASDP menurutnya awal tahun 2019 ini telah mengajukan penyesuaian tarif angkutan yang sekian tahun belum dilakukan penyesuaian. “Pengajuan kenaikan sebenarnya 38 persen dari asosiasi dan pengusaha. Pengajuan sekitar awal tahun 2019 sudah diusulkan. Yang ngajukan Gapasdap dan ASDP,” demikian Denny kepada Suara NTB, Selasa, 26 November 2019.

Penyesuaian tarif kapal penyeberangan ini menurutnya tergolong terlambat. Bahkan ditetapkan di bawah 50 persen dari tarif penyesuaian yang diusulkan. Namun memungkinkan atas pertimbangan daya beli masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan faktor lainnya, usulan kenaikan tarif dipangkas. Dengan kenaikan tarif ini apakah ada jaminan layanan lebih baik? Denny mengatakan, soal fasilitas dan layanan ini  ketentuannya telah dipagari oleh rambu-rambu yang sudah cukup banyak.

“Diantaranya SBM itu, meniadakan ruangan VIP walaupun fasilitasnya VIP. Tidak ada istilah VIP lagi, kecuali pada kapal yang dimodifikasi untuk tamu-tamu tertentu,” jelas Denny. Selama ini lamanya waktu penyeberangan dari Lembar ke Padangbai, atau sebaliknya selalu menjadi sorotan pengguna jasa transportasi laut. Menurutnya, hal itu tidak ada korelasinya kenaikan tarif.

Jadwal pemberangkatan dan tiba di tujuan sudah diatur. Untuk Lembar-Padang Bai, maksimal 4,5 jam dari muat dari asal hingga bongkar di tujuan. “Selama kondisi normal. Diupayakan maksimal dari ketentuan 4,5 jam ini. Kecuali force majeure,” demikian Denny. Untuk peningkatan kualitas layanan biasanya akan ada unsur Gapasdap, Kementerian Perhubungan dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) melakukan sosialisasi-sosialiasai ke setiap pelabuhan.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB, Drs. L. Bayu Windiya juga menekankan, atas penyesuaian tarif ini, pihaknya akan melakukan pengawasan kepada pelayanan kapal penyeberangan. Terutama untuk penyeberangan Labuan Lombok- Poto Tano (Lombok-Sumbawa) sesuai kewenangan pemerintah provinsi.

Kenaikan tarif penyeberangan menurutnya harus berbarengan dengan peningkatan kualitas layanan Ferry kepada penumpang. (bul)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.