Bangun Komunikasi dengan Karangasem, Pelabuhan Pariwisata akan Dibangun di Mapak

Ilustrasi Pelabuhan Pariwisata (suarantb.com/pexels)

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram kembali mewacanakan untuk mengembangkan pelabuhan pariwisata di Pantai Mapak, Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela. Pelabuhan ini dinilai sebagai alternatif mengurai penumpukan penumpang di Pelabuhan Lembar. Komunikasi kembali akan dibangun dengan Pemerintah Kabupaten Karangasem, Bali.

Sekda Kota Mataram, Dr.H.Effendi Eko Saswito disela -sela menerima kunjungan Bupati Karangasem
I Gusti Ayu Mas Sumatri menyampaikan, antara Pemkot Mataram dengan Pemkab Karangasem pernah menjalin komunikasi rencana pembangunan Pelabuhan Amed. Rencana ini telah ditindaklanjuti oleh Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh dengan Bupati Karangasem kala itu, I Wayan Gredeg bertemu dengan Deputi Sarana – Prasana Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional.

Kedua wilayah ini memiliki kepentingan sama menjadikan Pelabuhan Amed sebagai penyeberangan alternatif untuk mengurai penumpukan penumpang di Pelabuhan Lembar.
“Antara Kota Mataram dan Karangasem sudah sejak dulu ada kerjasama. Termasuk mewujudkan Pelabuhan Amed ini,” kata Sekda, Selasa, 26 November 2019.

Setelah pertemuan dengan Bappenas rencana itu tidak ada tindaklanjut dari pemerintah pusat. Kehadiran Bupati Karangasem akan ditindaklanjuti lagi untuk rencana pembangunan Pelabuhan Pariwisata di Mapak.
Asisten I Lalu Martawang menambahkan, wacana pembangunan pelabuhan yang sempat dipersentasikan bersama Walikota di Bappenas tujuannya mempercepat konektifitas antara Bali dan Lombok.
Pelabuhan Amed – Mapak dikembangkan tujuannya memindahkan posisi pelabuhan yang sebelumnya di Ampenan ke Mapak.
Langkah ini diapresiasi dan menstimulus pengembangan maksimal di Karangasem.
“Karena disana yang berkembang hanya kawasan Badung. Dishub Bali juga menyetujui,” tambahnya.

Karena ini adalah investasi besar sambung Martawang, Pemkot Mataram dan Pemkab Karangasem tidak mungkin mengerjakan. Kebutuhan anggaran membangun pelabuhan diprediksi mencapai triliunan,sehingga hanya pemerintah pusat yang layak mengerjakan.
Japan International Cooperation Agency saat itu, siap memfasilitasi pembangunan pelabuhan.
Konsep pelabuhan ini tidak sama seperti dengan Pelabuhan Lembar.
“Jadi konsepnya Amed – Mapak pariwisata. Tidak seperti di Pelabunan Lembar,” jelasnya.

Studi kelayakan pengembangan pelabuhan telah ada sejak lama. Bahkan lebih dulu rencana itu dengan pengembangan Ampenan Harbour. Hanya saja, rencana ini belum terealisasi saat itu, Pemerintah Pusat juga akan mengembangkan pelabuhan di Gili Mas, Sekotong.

Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengaku tertarik rencana pengembangan pelabuhan pariwisata tersebut. Pihaknya akan mengkomunikasikan kembali dengan Pemkot Mataram perencanaan apa yang harus dikerjakan. Walaupun pernah ada komunikasi dengan kepala daerah sebelumnya. (cem)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.