Berantas Kemiskinan, Pemda KLU Siapkan 1,1 Juta Ekor Bibit Udang Vannamei

Ilustrasi Pengadaan Bibit Udang Vannamei

Advertisement

Tanjung (Suara NTB) – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) akan menyiapkan 1,1 juta ekor lebih bibit udang Vannamei pada tahun 2020 mendatang. Rencana itu dituangkan dalam Rancangan APBD 2020 yang mana sedang dalam pembahasan oleh Banggar DPRD KLU.

Dalam rapat Banggar, Senin, 25 November 2019, Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan (DKP) KLU, M. Iwan Maret Asmara, S.Sos., memaparkan penjelasan atas pertanyaan DPRD terhadap anggaran program pengadaan bibit udang Vannamei. Pengadaan bibit udang terbagi dalam dua program yakni bibit udang Vannamei 120.000 ekor senilai Rp 36 juta dan pengadaan bibit 1 juta ekor senilai Rp 150 juta.

“Belanja bibit udang Vannamei 1 juta ekor dengan dana Rp 150 juta dan bahan pakan 9.500 kg dengan dana Rp190 juta. Udang diperuntukan kepada 10 kelompok yang sedang dilaksanakan saat ini, sehingga berkelanjutan terhadap program pemberantasan kemiskinan melalui budidaya udang Vannamei tersebut,” ujarnya.

Sementara pada pengadaan bibit 120.000 ekor, diikuti oleh anggaran pengadaan pakan sebanyak 10 ton senilai Rp 200 juta. Selain itu, terdapat pula pengadaan 19 paket alat budidaya udang Vannamei sebesar Rp 330 juta serta kegiatan rehabilitasi kolam senilai Rp 209 juta.

Mantan Kalak BPBD KLU itu menyebut, pengadaan bibit udang tersebut diperuntukkan bagi kelompok baru atau kelompok yang belum tercover di 2019. Rata-rata kelompok tersebut berada di sekitar daerah pesisir.

“Dan itu sedang digarap agar bisa mengintervensi kemiskinan. Jadi kenapa harus menggunakan air tawar, Supaya ini bisa menjadi solusi untuk masyarakat wilayah pesisir,” jelasnya.

Terhadap calon penerima, Iwan menyatakan bahwa mereka sudah dan sedang diidentifikasi sebagai calon penerima. Pasalnya, tidak semua masyarakat miskin yang ada dalam daftar itu bersedia melakukan budidaya udang.

Sedangkan pada pengadaan alat budidaya pada 2020, DKP memfasilitasi program ekonomi dengan membuat kolam bundar, dilengkapi dengan bak kontrol, tandon, pipa, kabel, fiber, kain strim, pipa paralon, panel listrik MCB, serta lampu dan genset.

Adapun kegiatan rehabilitasi kolam, merupakan kegiatan untuk meningkatkan sarana budidaya ikan kolam bagi kelompok yang belum mampu membuat kolam yang baik, sehingga kegiatan rehabilitasi kolam ini bisa memacu masyarakat dalam melaksanakan budidaya ikan secara kontinyu.

“Pada tahun 2019 diberikan bantuan dalam bentuk material itu semen batako, dan pasir. Jadi tidak diberikan dalam bentuk kolam jadi,” tandasnya. (ari)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.