Setelah Maulid, Disdag NTB Antisipasi Lonjakan Harga

Hj. Putu Selly Andayani (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Lonjakan harga yang terjadi pascaperayaan Maulid Nabi menjadi atensi Dinas Perdangangan (Disdag) NTB. Pasalnya, walaupun persediaan bahan pokok masih tergolong aman, namun lonjakan harga diperkirakan masih akan terjadi hingga satu minggu ke depan.

‘’Karena Maulid satu bulan permintaan (bahan pokok) meningkat. Ini efek psikologis (masyarakat),” ujar Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) NTB, Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M.Si dikonfirmasi Senin, 18 November 2019 di Mataram. Kenaikan tersebut terutama terjadi di pasar rakyat dengan kisaran kenaikan mencapai Rp2-3 ribu.

Diterangkan Selly, beberapa pekan terakhir sejumlah komoditas memang mengalami kenaikan, terutama untuk harga beras. Selain beras harga komuditas cabai juga belum stabil dengan kisaran harga mencapai Rp15-20 ribu per Kg, dimana sebelumnya hanya Rp12 ribu.

Baca juga:  Harga Tomat Melonjak

Sementara itu, cabai rawit juga mengalami kenaikan yang serupa dimana sebelumnya pada kisaran Rp25 ribu per kilogram, saat ini mencapai Rp30 ribu per Kg. Hal serupa juga terjadi pada komoditas bawang merah, dari Rp 16 – Rp 20 ribu per Kg.

Untuk harga daging ayam, saat ini mengalami kenaikan dari Rp38 ribu per Kg menjadi Rp40 ribu per Kg. ‘’Ini hukum pasar. Jika permintaan meningkat, maka akan dibarengi dengan lonjakan harga,’’ ujar Selly.

Baca juga:  Harga Tomat Melonjak

Perayaan Maulid Nabi tahun ini diperkirakan menjadi puncak kenaikan harga untuk perayaan hari besar keagamaan menjelang Natal dan Tahun Baru. “Beratnya itu di Maulid ini. Kalau akhir tahun tidak terlalu,” ujar mantan Pejabat Wali Kota Mataram tersebut.

Untuk mengatisipasi lonjakan harga, Disdag NTB telah menggelar pasar murah di beberapa titik. Program tersebut diakui cukup mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat mengingat harga yang diberikan berada di bawah harga eceran tertinggi (HET). Selain mengadakan pasar murah, Disdag NTB juga terus menggandeng sejumlah stakeholder terkait seperti Bulog dan sejumlah distributor untuk menjaga stabilitas harga. (bay)