Bali Ditawari Kereta, NTB Pengolahan Sampah, NTT Peternakan

Kepala DPMPTSP NTB, H.L.Gita Ariadi foto bersama dengan utusan investor Tiongkok yang tertarik bekerjasama dengan NTB. ( Suara NTB/ist)

Kupang (Suara NTB) – Setelah utusan tiga provinsi di wilayah Sunda Kecil  (Bali, NTB, NTT) mempresentasikan potensi investasi yang dimiliki daerahnya masing-masing. Secara bergiliran 19 investor Tiongkok yang hadir pada Forum Investasi Wilayah Konsulat Jenderal RRT di Denpasar ke 4 yang berlangsung di Kupang, NTT, menyampaikan profile perusahaannya. Ke 19 perusahaan (terdiri dari swasta dan BUMN Tiongkok), beragam investasi.  Ada konstruksi, energi, listrik, logistik, kereta api, peternakan hingga pengolahan sampah.

Adalah PT.Yunnan Water Utilities Indonesia, perusahaan yang bergerak di bidang penjernihan dan penyaluran air bersih untuk rumah tangga dan kegiatan industri termasuk pengolahan sampah. Perusahaan ini, sangat tertarik dengan program NTB Zero Waste yang dipaparkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSPT)  NTB, Drs.H.L.Gita Ariadi, M.Si, saat presentasi sebelumnya.

‘’Kami sangat tertarik untuk mengolah potensi sampah di Lombok (NTB),’’ ujar Dhita, Business Develompment Manager PT.Yunnan Water Utilities Indonesia, kepada Suara NTB. Dhita menjelaskan, program pengolahan sampah dengan volume sangat besar sedang dilakukan perusahaannya di Surabaya, Jawa Timur. Sampah yang dikelola perusahaan ini, menghasilkan energi listrik yang nantinya energi listrik itu dijual PT.PLN (Persero).

Persoalan sampah kata Dhita, merupakan masalah utama di Indonesia terutama di perkotaan. Program Zero Waste yang sedang gencar dilaksanakan di NTB menurutnya, menarik dibahas lebih lanjut oleh perusahaannya dengan pihak Pemprov NTB. ‘’Kami sangat tertarik dengan program ini (NTB Zero Waste).Tim kami awal Desember 2019 ini akan ke NTB, untuk menjajaki kemungkinan perusahaan kami bisa bekerjasama dengan Pemprov NTB dalam mengolah sampah,’’ ujarnya.

PT.Yunnan Water Utilities Indonesia menurut Dhita, saat ini  telah bekerjasama dengan Pemkot Surabaya dalam mengolah sampah perkotaan. Volume sampah yang dikelola PT.Yunnan Water Utilities Indonesia setip hari sebesar 1.750 ton. ‘’Nama proyek itu PLTS (Perusahaan Listrik Tenaga Sampah) Benowo. Proyek pengolahan sampah menjadi tenaga listrik ini menggunakan dua teknologi. Yaitu teknologi gasifikasi dan teknologi incenerator,’’ jelasnya.

Baca juga:  Investor Malaysia Mulai Bangun Pabrik Pakan dan 10 Investasi Lainnya di NTB

Untuk teknologi gasifikasi, pengolahan sampah di Surabaya diterapkan mulai tahun ini. Dengan teknologi gasifikasi, perusahaan ini  setiap hari menggunakan 750 ton sampah dan mampu menghasilkan tenaga listrik 12 MW. ‘’Bulan depan, Desember sudah mulai commissioning,’’ jelasnya. Selanjutnya  tahun 2020, pengelolaan sampah akan dikembangkan dengan teknologi incenerator, dengan mengelola 1000 ton sampah per hari. Dengan 1000 ton sampah akan menghasilkan tenaga listrik 18 MW. ‘’Jika digabungkan ke dua teknologi yang kami gunakan nanti, pengolahan sampah melalui PLTS Benowo,  akan menghasilkan tenaga listrik sebesar 30 MW,’’ sebut Dhita.

Jika PT.Yunnan Water Utilities Indonesia tertarik mengolah sampah perkotaan di NTB (Lombok) menjadi tenaga listrik. Berbeda halnya dengan China Railway Group Limited. ‘’Kami tertarik dengan Global Hub,’’ ujar Hendri, Business Develompment Manager China Railway Group Limited. Paparan Kepala DPMPTSPT  NTB, Drs.H.L.Gita Ariadi, M.Si tentang potensi  Global Hub Bandar Kayangan di Kabupaten Lombok Utara (KLU), menarik minat perusahaan yang juga bergerak di bidang pembangunan fasilitas kereta api ini, untuk melakukan pembicaraan lebih serius dengan Pemprov NTB.

Seperti diketahui, hasil kajian Bappenas 2009, Indonesia berpeluang mengembangkan Global Hub baru untuk memenuhi kebutuhan kapal-kapal besar dunia. ‘’Lombok (KLU) merupakan lokasi paling potensial, ‘’ ujar Gita.

Tawarkan Bangun Jalur Kereta Lingkar Bali

Selain tertarik dengan Global Hub Lombok, China Railway Group Limited juga tertarik membangun angkutan umum berupa kereta cepat di Bali. Pengamatan Hendri, angkutan darat di Bali sudah krodit (sangat padat). ‘’Saya melihat angkutan publik yang terbatas. Justru angkutan (kendaraan) pribadi yang mendominasi. Ini pemicu krodit,’’ ujarnya.

Solusi yang ditawarkan China Railway Group Limited adalah membangun jalur kereta lingkar Bali. ‘’Jalur kereta yang dibangun mengelilingi Bali. Tidak saja ini mampu menyediakan angkutan publik sebagai solusi mengatasi kemacetan. Juga mampu membuka daerah-daerah yang selama ini kesulitan akses transportasi,’’ kata Hendri.

Baca juga:  Investasi Tiongkok di Indonesia Mencapai 2,3 Miliar Dolar Amerika

Memang membangun fasilitas jalur kereta membutuhkan biaya besar. Jangankan dananya dari APBD, dari APBN pun menurutnya memang berat. ‘’Tetapi pendanaan untuk pembangunannya nanti melibatkan pihak ke tiga.’’.

Melihat potensi Bali khususnya sektor pariwisatanya yang menjadi ikon pariwisata Indonesia, bahkan dunia. Maka persoalan angkutan yang dari waktu ke waktu menurut Hendri semakin krodit. Kemacetan parah terutama pada saat kunjungan wisatawan meningkat, harus dicarikan solusinya. ‘’Untuk ide membangun jalur kereta lingkar Bali, memang harus didahului dengan FS (Feasibility Study). Perlu diteliti cost, potensi dan posisi geografisnya,’’ saran Hendri.

Kereta Cepat Kupang-Dili

Tidak saja kepada Bali, investor Tiongkok ini juga menawarkan membangun jalur kereta cepat Kupang (NTT)- Dili (Timor Leste).  Tidak saja tertarik berinvestasi untuk kereta cepat, para investor juga menghasilkan kesepakatan dan menyatakan kesiapannya untuk berinvestasi di NTT dalam beberapa bidang investasi. Seperti pendidikan, peternakan, pendidikan, pakan ternak dan energi.

Untuk investasi pakan ternak dan rel kereta Kupang-Dili, para investor akan kembali dan melakukan kajian sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Konjen RTT di Denpasar, Gou Haodong menyampaikan rasa puasnya atas pelaksanaan  Forum Investasi Wilayah Konsulat Jenderal RRT di Denpasar ke 4 ini. Ia berterima kasih kepada Pemerintah NTT yang telah memfasilitasi kegiatan ini.

Gou Haodong mengatakan, kegiatan forum investasi yang ke-4 ini berjalan sangat sukses. Ia melihat ada peluang luar biasa yang bisa dikerjasamakan ke depan. Ia berharap hasil kerjasama yang sedang dibangun ini dapat menguntungkan masyarakat  di wilayah Konjen RRT di Denpasar. (049)