Dukung Program Unggulan Daerah, BNI Kucurkan KUR Tani Jagung Bagi Petani Dompu

Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin didampingi Pemimpin BNI Cabang Bima, H. Muhammad Amir bersama petani penerima KUR Tani Jagung usai penandatanganan massal perjanjian kredit di gedung PKK Dompu, Senin, 18 November 2019. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk kantor Cabang Pembantu Dompu terus mendukung program unggulan daerah untuk mensejahterakan masyarakat melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tani Jagung. Sebanyak 215 orang petani dengan total pinjaman sekitar Rp3,529 M, termasuk yang diproses penandatanganan massal perjanjian kreditnya di gedung PKK Dompu, Senin, 18 November 2019.

Gebrakan BNI kantor Cabang Pembantu Dompu ini mendapat apresiasi Bupati Dompu, Drs H. Bambang M Yasin yang ikut menyaksikan proses penandatanganan massal perjanjian kredit antara pihak bank dan petani jagung. Terlebih realisasi KUR Tani Jagung di BNI ini untuk tahun 2019 meningkat hingga 261 persen dibandingkan tahun 2018 atau seluas 623 ha tanaman jagung di wilayah Kecamatan Dompu, Woja, Huu, dan Kecamatan Kempo Kabupaten Dompu, serta kecamatan Sanggar Kabupaten Bima yang menjadi wilayah kerja BNI kantor cabang Pembantu Dompu.

“Kalau tanam jagung, pasti untung. Itu makanya dipercaya bank. Rakyat saya dipercaya oleh bank, Ini kebanggaan saya,” kata Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin dalam sambutannya di acara gedung PKK Dompu.

Penandatanganan massal perjanjian kredit KUR Tani Jagung bersama PT BNI (Persero) Tbk kantor cabang pembantu Dompu ini juga dihadiri langsung oleh Pemimpin BNI Cabang Bima, H Muhammad Amir dan Pemimpin BNI Cabang Pembantu Dompu, Rahmat Hary. Dari jajaran Pemda Dompu, hadir Asistem Administrasi Pembangunan dan Kesra Setda Dompu, Ir. H. Moh Rasyidin Suryadi, MSI., Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, Ilham, SP, Kabag Ekonomi Setda Dompu, Soekarno, ST, MT. Hadir juga distributor pupuk kaltim Kabupaten Dompu dan pengecernya.

Baca juga:  ’’Skimming’’ ATM, Bank NTB Syariah Pastikan Dana Nasabah Aman

Bambang juga mengungkapkan keinginannya agar masyarakat memiliki pekerjaan dan punya pendapatan, kemudian bisa hidup layak. Sehingga kemiskinan berkurang dan itu menjadi tugas pemerintah dan negara. Bank BNI sebagai bagian dari BUMN menunjukkan komitmennya membantu masyarakat petani melalui kredit untuk modal bertani jagung.

 “Tujuannya, pertama mencegah masyarakat dengan rentenir. Dulu mau tabur bibit, cari orang yang jalankan uang (rentenir). Mau beli pupuk, cari orang jalankan uang (untuk pinjam). Mau panen cari orang untuk dipinjami uangnya dulu. Begitu panen, tidak ada uang yang dibawa pulang karena habis bayar utang. Sekarang memang tetap ada bunga, tapi jauh di bawah. Rentenir (bunganya) bisa 10 persen per bulan. Di Bank, (bunga) 7 persen setahun (0,583 persen perbulan),” kata Bupati yang dikenal dengan Bupati Jagung ini.

Kredit untuk modal bertani jagung ini, lanjut H. Bambang, agar petani bisa bertani dengan tenang. Ketika mau dipupuk, ada uangnya. Ketika masa panen dan harga belum sesuai, bisa ditunda karena tidak ada orang yang kejar menagih pembayaran.

Pemimpin BNI Cabang Bima, H. Muhamad Amir menegaskan, ini merupakan beberapa beberapa langkah strategis BNI khususnya yang melaksanakan program pemerintah dalam Tani KUR untuk mensejahterakan rakyat. Di Dompu dalam dua tahun terakhir sudah menyalurkan Rp38 M termasuk di dalamnya KUR Tani, sekitar Rp4 M.

Baca juga:  Ratusan Petinggi Bank Pembangunan Daerah Kumpul di NTB

“Dari tahun ke tahun kita ingin terus tingkatkan di dalam mensuport para petani kita agar mereka tidak terjerat di dalam pola peminjaman rentenir,” kata Amir.

Besaran kredit yang diterima petani jagung rata – rata Rp15 – 17 juta dengan suku bunga sesuai Permenkop sebesar 7 persen per tahun. Pinjamannya sesuai siklum masa tanam yaitu 5 – 8 bulan. “Kalau Rp1 juta (pinjamannya), bunganya hanya bayar Rp5.800,-,” ungkapnya.

KUR Tani di BNI menggunakan bisnis model yang memastikan masyarakat petani mengembalikan kewajibannya dan memberi kemudahan serta keuntungan bagi petani. Karena petani akan diikat dengan grain trader atau pengusaha jagung serta distributor pupuk. Jagung yang diproduksi langsung ada pembelinya, karena melibatkan pengusaha besar dapat dipastikan akan terhindar dari fluktuasi harga oleh tengkulak. Setelah jagung terjual, uangnya dibayar melalui rekening BNI dan langsung melunasi utang di BNI maupun kepada para pengecer pupuk. “Apabila ada putaran tanam kemudian, petani bisa meminjam lagi,” katanya.

Pada 2019 ini, H. Muhamad Amir juga mengungkapkan, alokasi KUR tahun 2019 sebesar Rp125 M, tapi pada Juni lalu telah terealisasi hingga Rp141 M. Karena telah melampui target, sehingga kucuran KUR pada November 2019 ini ditambah sebesar Rp20 M. “Ini cukup buat penghujung tahun 2019 ini untuk petani di Bima dan Dompu,” katanya. (ula/*)