Sebelum MotoGP Digelar, Jaringan XL di Lombok Difiberisasi Total

BTS milik XL Axiata untuk menyangga KEK Mandalika dengan layanan telekomunikasi yang andal.

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) turut mempersiapkan penyelenggaraan event balap motor bergengsi di dunia, Moto GP yang akan dilaksanakan di KEK Mandalika pada 2021 mendatang. Secara bertahap, kapasitas dan kualitas jaringan dimigrasikan ke fiber optik.

“2020, Lombok sudah total gunakan fiber optic,” kata Yuda Pranata, Event and Activation XL Axiata dijumpai di Mataram, Sabtu, 17 November 2019 usai mengecek kualitas layanan di KEK Mandalika.

XL Axiata saat ini sedang melakukan upgrade fiberisasi di Kota Mataram sampai akhir tahun ini. Tahun 2020, upgrade akan menyeluruh di lakukan di Pulau Lombok. “Pastinya kita sangat support infrastruktur dan layanan internet saat pelaksanaan MotoGP. Jaringan sepenuhnya sudah klop fiberisasi. Kita bakal pastikan di sana pengguna internetnya tercover dengan baik dengan standar yang kita punya,” jelas Yuda.

Sejurus dengan rencana besar tersebut, XL melanjutkan gelaran kompetisi permainan interaktif berbasis digital “Digi Race Competition 2019”. Kompetisi tahunan yang kali ini digelar di Mataram, sekaligus menjadi ajang untuk menguji jaringan data XL Axiata setelah proses fiberisasi untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan data di hampir seluruh wilayah  Pulau Lombok. Total sebanyak 10 peserta yang merupakan para penggiat sosial media mengikuti kompetisi di Mataram ini.

Tantangan yang harus diselesaikan oleh peserta terdiri atas kuis dengan pertanyaan-pertanyaan melalui video streaming di aplikasi Youtube. Selain itu ada juga games yang memanfaatkan platform media sosial lainnya seperti Spotify, Instagram, dan Netflix. Jenis tantangannya meliputi aktivitas digital untuk menguji kualitas jaringan setelah dilakukan fiberisasi. Semua jenis tantangan mengharuskan peserta untuk mengakses layanan data dengan kapasitas besar seperti streaming, mengunduh, mengunggah, dan memainkan games.

Group Head East Region XL Axiata, Bambang Parikesit mengatakan secara teknis, fiberisasi merupakan upaya modernisasi jaringan dengan cara menghubungkan Base Transceiver Station (BTS) melalui jalur fiber, termasuk sekaligus melakukan regenerasi perangkat-perangkat BTS, seperti mengganti perangkat yang selama ini memakai microwave menjadi perangkat fiber.

Program fiberisasi jaringan, kata Bambang, merupakan salah satu langkah dalam mempersiapkan jaringan 5G. Sebagai teknologi jaringan tercanggih, 5G mampu menghadirkan kecepatan data yang tinggi, jumlah pemakai yang lebih banyak, dan delay atau latency yang rendah. Keunggulan teknologi ini hanya bisa didapatkan jika site atau BTS terkoneksi dengan fiber. XL Axiata telah melaksanakan program ini secara massif di seluruh wilayah Indonesia dalam tiga tahun terakhir.

Hingga saat ini, fiberisasi jaringan XL Axiata sudah terlaksana di semua ibu kota provinsi dan kota-kota besar di Jawa, Madura, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Lombok, terutama di kota atau area yang memang secara pertumbuhan data sudah memerlukan jaringan fiber.

Target XL Axiata secara nasional, hingga akhir tahun 2019 nanti 50% BTS akan terhubung dengan jaringan fiber, dan akan terus ditingkatkan menjadi sekitar 60-70% pada akhir 2020. Saat ini, fiberisasi sudah menjangkau lebih dari 30% BTS dengan sebagian besar mencakup wilayah Jawa. Percepatan fiberisasi kini sedang dilakukan di wilayah luar Jawa mengingat pertumbuhan trafik data yang sangat pesat dalam setahun terakhir. (bul)