Produksi Meningkat, PT. SMS Beri Penghargaan Petani Tebu

Para petani tebu yang dinilai berprestasi saat menerima penghargaan dari PT. SMS. (suarantb.com/ist)

Mataram (Suara NTB) – PT. Sukses Mantap Sejahtera (PT.SMS) memberi penghargaan kepada para petani tebu yang dinilai membantu meningkatkan produksi pada masa tanam tahun 2018 – 2019 lalu. Karena hasil giling Tebu dengan luasan areal tertebang 575 Ha, para petani mitra di Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu berhasil memproduksi 39.500 ton.

Hasil produksi semakin memuaskan, karena secara kuantitas dan kualitas tebu petani mitra tersebut meningkat. Rendemen atau kadar kandungan gula mencapai 6 persen, jauh meningkat dari tahun sebelumnya hanya mencapai 2 persen.

“Ini merupakan prestasi yang luar biasa karena tidak butuh waktu lama untuk mencapai angka tersebut,” Kata Direktur Perkebunan PT. SMS, Dinar Ariefin.

Atas prestasi itu, PT.SMS memberi penghargaan kepada para petani. Disebutnya, reward tersebut merupakan tradisi tahunan dengan maksud memacu petani peningkatkan produksi Tebu di lahan masing-masing. Dimulai sejak tahun lalu, reward kepada petani berprestasi berupa hadiah umrah dan sepeda motor. Tahun ini hadiah berupa 19 unit Hand Grass Slasher, alat yang bisa meningkatkan produksi tebu.

Menurut Dinar Ariefin pemberian hadiah alat produksi itu dengan pertimbangan asas manfaat, sebab jelas sangat dibutuhkan para petani.

“Ide ini sebetulnya juga berasal dari para petani. Karena itu kami berpikir untuk memberi pancing, bukan ikan,” kata Dinar.

Direktur Supporting Service PT. SMS, Sawedi Muhammad saat menyerahkan piagam kepada petani Tebu

Hand Grass Slasher berfungsi sebagai alat pemotong rumput ini diberikan agar lahan semakin bersih dan bibit bisa tumbuh dengan baik. Dalam catatannya, masa panen tahun 2019 sudah menghasilkan 69 ton per hektar. Sehingga bukan mustahil jika tahun-tahun berikutnya akan semakin meningkat.

Kedepan, manajemen PT. SMS akan terus mencermati perkembangan partisipasi masyarakat dalam membantu meningkatkan produksi tebu. Karena penghargaan tidak saja diberikan kepada petani mitra, tapi aparat desa dan kecamatan yang turut berkontribusi.

“Jika tahun ini penghargaan hanya diberikan kepada para petani saja, maka tahun depan akan kita pikirkan untuk memberikan kepada kepala desa yang konsisten memacu produksi petani tebu di wilayahnya,” kata Dinar.

Pihak kecamatan yang diwakili oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Pekat, Darmawansyah, S.Sos, menyambut gembira upaya PT.SMS untuk terus melakukan perbaikan-perbaikan komunikasi dan kerja sama dengan masyarakat Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, khususnya dengan para petani.

“Saya merasa bangga dengan apa yang dilakukan PT.SMS ini untuk memacu peningkatan produksi tebu dari tahun ke tahun. Hubungan dengan kami pun sebagai Muspika semakin baik,” ujarnya.

Ia tidak memapik, bahwa sebelumnya hubungan perusahaan dengan masyarakat tidak seharmonis belakangan ini. Namun situasi kemarin membantah bahwa antara masyarakat dengan PT. SMS terkesan berjarak.

“Kami tidak melebih lebihkan, bahwa PT.SMS sangat welcome kepada kami dan kami pun merespon dengan pelayanan yang baik. Boleh dikata kebersamaan dan komunikasi kami dengan PT.SMS didasari atas rasa kekeluargaan,” jelas Darma.

Menurutnya PT. SMS sudah memberi subangsih perkembangan perekonomian masyarakat khususnya Kecamatan Pekat. Itu kemudian jadi alasan silaturahmi antara perusahaan dengan masyarakat harus terjaga.

“Dulu kita tidak pernah berjalan sama-sama, miskomunikasi, tetapi sekarang Pak Camat selalu menegaskan agar kami segera merespon apa yang menjadi permintaan dari perusahaan,” ujar Sekcam.

Pada kesempatan lain, Kades Karombo yang juga sebagai ketua kelompok tani mengungkapkan testimoni, bahwa menanam Tebu jauh lebih baik dibanding tanam Jagung atau Jambu.

“Dulu persoalan kita dengan perusahaan hanya masalah sistem pembayaran saja. Tapi hingga tahun 2019 ini perbaikannya sudah sangat signifikan. Kalau dulu kami dibayar per bulan, sekarang per minggu. Saya juga sudah merasakan dan membandingkan sendiri hasil yang kami dapat dari menanam Tebu dan Jagung. Intinya, capeknya kita di tanaman jagung tidak akan menambah penghasilan, sebaliknya di tebu akan bertambah,” ungkapnya.

Direktur Supporting Service PT. SMS, Sawedi Muhammad mengungkapkan rasa syukurnya. “Alhamdulillah pagi ini saya tidak mendengar lagi keluhan para petani melainkan hanya nada-nada optimisme,” ujarnya lega.

Ia sepakat bahwa polemik sebelumnya harus ditinggalkan, sebaliknya optimis menatap masa depan. Perusahaan, katanya, siap melayani para petani dan bekerja sama untuk maju. Perbaikan koordinasi, komunikasi, antar perusahaan dan para petani akan menjadi spirit yang baik bagi.

Situasi ini menurutnya harus dipertahankan. Segala bentuk sengketa dan kesalahpahaman diharapkan tidak terjadi lagi.

“Kami hanya menginginkan yang terbaik untuk kemajuan warga Pekat,” tandasnya.

Akhir acara, Ketua Kelompok Tani di Desa Sorinomo, Efendi Irawan, menginspirasi para petani yang hadir. “Mari kita rebut wilayah-wilayah Jagung untuk kita jadikan lahan Tebu,” pekiknya disambut tepuk tangan para hadirin. (ars/*)