Kurangi Pemadaman Listrik, Unit II PLTU Jeranjang Dikebut

Sejumlah pekerja sedang mempercepat penyelesaian  pembangkit listrik di PLTU Jeranjang, Lombok Barat. (Suara NTB/bul)

Giri Menang (Suara NTB) – Unit II Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang, Lombok Barat dikebut masuk sistem Lombok. PLN ingin mempercepat mengurangi pemadaman listrik yang dilakukan oleh PLN saat ini. Di PLTU Jeranjang, ada tiga pembangkit. Masing-masing, pembangkit Unit I, II dan III. Masing-masing kapasitas 25 Megawatt (3 unit = 75 Megawatt). Selama ini, dua pembangkit yang memasok daya ke sistim Lombok, yaitu pembangkit unit I dan II.

Pemadaman listrik yang dilakukan oleh PLN, diantaranya karena tingginya konsumsi listrik akibat kemarau panjang. Ada kecenderungan tren masyarakat menggunakan alat pendingin ruangan (AC). Selain itu, pembangkit-pembangkit listrik yang menggunakan tenaga mikro hidro (air) dominan tak berfungsi akibat krisis aliran air di sungai dan bendungan.

“Lagi musim liburan juga secara bersamaan. Kebutuhan listrik di hotel-hotel naik,” kata Melky Victor, Manajer Unit PLTU Jeranjang. Suara NTB Rabu, 13 November 2019 kemarin melakukan kunjungan ke PLTU Jeranjang. Didampingi Manager Komunikasi PLN UIW NTB, Taufik Dwi Nurcahyo. Kunjungan ini untuk memastikan kondisi yang terjadi di PLTU Jeranjang  yang menjadi jantung penyumbang daya listrik untuk sistem Lombok.

Baca juga:  Pemprov NTB Desak Percepat Perbaikan PLTU Jeranjang

Dari tiga pembangkit yang ada di PLTU Jeranjang,  pembangkit III yang masih aktif menyuplai daya sebesar 25 Megawatt ke sistem Lombok. Sementara pembangkit I, saat ini harus memasuki masa pemeliharaan. Kata Melky, idealnya masa pemeliharaan dilakukan setiap 8.000 jam beroperasi. “Sekarang sudah lebih dari 8.000 jam. sudah 9 ribuan. Kalau dipaksakan. Bisa fatal, dan dampaknya lebih parah,” kata Melky.

Pembangkit unit II oleh PLN sedang dikebut. Hari ini, Kamis rencananya commissioning (uji coba) dilakukan. “Kami targetkan besok (hari ini), sudah masuk sistem Lombok,” jelas Melky. Jika tak ada halangan, commissioning berjalan mulus. Maka unit II PLTU Jeranjang akan membantu memasok daya sampai 25 Megawatt. Total akan masuk ke sistem Lombok sebesar 50 Megawatt (pembangkit unit II dan III).

Baca juga:  PLN Janji Tak Ada Pemadaman hingga Akhir Tahun

Turunnya hujan di Lombok siang kemarin juga diharapkan dapat mengurangi penggunaan listrik dari mesin pendingin ruangan. Sementara itu, pembangkit unit I PLTU Jeranjang memasuki perawatan periodik. Perawatan ini berlangsung selama 45 hari. Dari tanggal 1 November sampai 21 Desember. Inipun lebih cepat dari masa waktu pemeliharaan 60 hari lebih. “Penyelesaian dipercepat. 24 jam dikerjakan agar segera sistim Lombok diperkuat,” demikian Melky.

Sementara Manager Komunikasi PLN UIW NTB, Taufik Dwi Nurcahyo mengatakan, jika pembangkit unit II masuk sistim Lombok, total 50 Megawatt masuk dari Jeranjang. Maka akan mempengaruhi jadwal pemadaman. “Pemadaman bisa dikurangi. Semoga tidak ada kendala unit II beroperasi,” demikian Taufik. (bul)