BTPN Syariah Ubah “Wajah” Pendidikan di SD 2 Aisyah Mataram

manajemen BTPN Syariah menyemangati murid-murid SD 2 Aisyah Mataram usai peresmian

Mataram (Suara NTB) – SD Aisyah 2 Mataram telah berubah pascagempa akhir semester II tahun 2018 lalu. Sekolah yang tadinya memperihatinkan ini telah menjadi sekolah idaman.

SD Aisyah 2 Mataram berlokasi di di Jalan Energi Gang Melati Lingkungan Banjar, Ampenan Kota Mataram. Termasuk sekolah di kawasan pesisir Pantai Penghulu Agung. Gempa yang menghantam Lombok tahun 2018 lalu menyisakan bekas, sekolah ini hampir ambruk.

Jika di datangi sekarang. Keadaannya berbalik dari kondisi lamanya. Gedung-gedung sekolah ini telah di renovasi, dindingnya di cat separuh berwarna oranye. Atapnya juga telah diganti dengan pelat. Jendela dan pintu-pintunya juga di cat berwarna biru.

Aulanya juga cukuf refrensentatif untuk kegiatan belajar mengajar anak-anak TK dan SD. Tampilan fisik sekolah ini telah berubah. Tak heran, SD Aisyah 2 Mataram telah menjadi pehatian.

Perubahan tampilan sekolah ini tidak bim salabim. Sebagai sekolah swasta, tentu tak kuat bagi pengelolanya membangun begitu saja. Seperti ketiban durian runtuh, ada BTPN Syariah yang telah all out membangkitkan kembali semangat pendidikan di sekolah ini.

SD Aisyah 2 Mataram berdiri tahun 2015 lalu. Menurut Nuhayati, pendirinya, dan Sri Ramhatiyas, kepala sekolahnya, SD ini awalnya dibangun atas keinginan besar mencerdaskan masyarakat sekitar. Anak-anak yang tinggal di sekitar, yang notabenenya anak-anak di pesisir harus difasilitasi menjadi generasi-generasi emas.

Sekolah ini memiliki enam ruang kelas. Sebagai sekolah baru, tidak mudah meyakinkan masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya disini. Itu tantangan besar. untuk mendapatkan murid, seperti “mengemis” meyakinkan orang tua calon murid. Sejak awal berdiri, pendaftarnya hanya dua orang. Tidak pernah lebih dari 10 orang. Untuk menggaji guru-guru honorpun, harus saweran setiap bulan. Sampai saat ini. satu guru di gaji Rp250 ribu sebulan.

Pendiri sekolah inipun kerap dicibir. Bagaimana mungkin, mendirikan sekolah. Tetapi cibiran dibiarkan seperti angin lalu. Tujuannya hanya satu, mencerdaskan anak-anak di lingkungan sekitar. Hasil didikan dari sekolah ini berbuah. Prilaku murid-muridnya juga berubah.

Gempa tahun 2018 lalu, SD 2 Aisyah Mataram tak luput. Kondisinya mengkhawatirkan. Terutama dibagian atap gedung hanya tinggal menunggu waktu, rubuh. Mungkin karena niat baik pendiriannya, sekolah ini tiba-tiba dipilih oleh BTPN Syariah untuk di renovasi menjadi sekolah yang sangat layak.

Peresmian dilakukan, Selasa,  12 November 2019. Hadir langsung, Direktur BTPN Syariah, Taras Wibawa Siregar, Distribution Head, Dwiyono Bayu Winantio. Communication Head BTPN Syariah, Ainul Yaqin, dan Business Coach Area Bali-Lombok, Andi Setio.

Gempa yang menimpa Lombok setahun lalu juga turut menjadi perhatian BTPN Syariah. tidak sekedar memperhatikan karyawannya yang terdampak gempa, juga nasabahnya, BTPN Syariah juga turut berkontribusi membangkitkan kembali Lombok pascagempa.

Pilihan bantuannya adalah kepada sekolah yang terdampak. Dengan harapan, akan memberi efek jangka panjang kepada masyarakat. dari survey lapangan, ditemukan kondisi SD 2 Aisyah Mataram cukup mengkhawatirkan. Lebih-lebih, sekolah ini berada di lingkungan yang menjadi basis nasabah BTPN Syariah.

Manajemen kemudian berinisiatif menggalang bantuan dari pegawai BPTN Syariah. Walhasil, terkumpul dana Rp131 juta. Dana yang terkumpul di rekening donasi ini, kemudian digandakan oleh manajemen menjadi Rp265 juta.

Lalu pembangunan di mulai pada semester II tahun 2019. Dalam perjalanannya, manajemen kembali membijaksanai menambah pembiayaan untuk merenovasinya menjadi total dana Rp350 juta. Tak berhenti sampai disitu, membangun fisik saja, kata Ainul Yaqin, tentunya harus di barengi dengan peningkatan kualitas tenaga-tenaga pendidik.

BTPN Syariah kemudian menambahkan bantuan dana Rp135 juta yang diperuntukkan sebagai tambahan gaji bulanan 15 tenaga pengajarnya selama tahun 2020 mendatang. Ditambah dengan rencana pelatihan-pelatihan untuk peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah menjalankan kurikulum yang kreatif.

“Setelah berubah, tiba-tiba jumlah yang daftar diluar yang kami bayangkan,” demikian Sri Ramhatiyas sembari menyampaikan ungkapan terimakasih tak terhingganya atas kepedulian BTPN Syariah. (bul)