Enam Kapal Pesiar Menyusul Masuk di Pelabuhan Internasional Gili Mas

Kapal pesiar Sun Princess dengan membawa 1.988 penumpang dan 862 crew, saat bersandar di Pelabuhan Gili Mas Desa Labuan Tereng Kecamatan Lembar Lombok Barat   Selasa, 5 November 2019. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Setelah Sun Princess, Kapal Pesiar Perdana berkursi lebih dari 3.000 penumpang  sandar perdana di Pelabuhan Internasional  Gili Mas, Lembar Lombok Barat pada Selasa 5 Nopember 2019 pagi, terjadwal enam kapal pesiar lagi akan menyusul sandar.

“Tahun ini (2019) ada delapan kapal masuk. Satu sudah, 6 sudah konfirmasi. Satu belum konfirmasi tapi sudah dijadwalkan,” kata General Manajer PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) (PT Pelindo III) Cabang Lembar, Erry Ardiyanto.

Enam kapal pesiar yang telah dikonfirmasi masuk Lombok oleh principal cruise atau general agen kapal pesiar akan masuk hingga akhir tahun ini. Tahun 2020 juga mengkonfirmasi sebanyak 8 kapal, kemudian 2021 sebanyak 6 kapal. Jadwal masuk ini dikonfimasi dalam pertemuan di Panama dengan principal cruise. “Tapi bisa saja bertambah lebih banyak,” jelas Erry.

Tahun-tahun sebelumnya, di atas 10 kapal pariwisata yang masuk Lombok, meski tak bisa langsung menepi di Dermaga Lembar, jumlah yang terjadwal tahun 2019 ini, 2020 dan 2021 berkurang, kata Erry, efek gempa tahun 2018 yang mengakibatkan jumlah kapal pesiar yang masuk tak seperti tahun-tahun sebelumnya. Dan itupun tidak mudah meyakinkan kembali wisatawan.

Baca juga:  Monumen Air Mancur Perempatan Karang Jangkong akan Direnovasi

“Saya kenal betul kapten kapal Sun Princess saat di Benoa, saya yakinkan dia bahwa Lombok sudah aman dan memiliki pelabuhan yang representatif untuk sandar kapal pesiar berukuran jumbo,” imbuh Erry. NTB telah menoreh sejarah baru di dunia pariwisata. Setelah dermaga Gili Mas diujicoba sandar. Kapal ini sandar hanya sehari, hampir 2.000 wisatawan dari 300 ribu wisatawan yang dibawanya turun mengksplore tempat-tempat wisata di NTB.

Menurut Erry, ada beberapa kesan yang diterima dari kapten kapal dan wisatawan yang datang. Bahwa Dermaga Gili Mas sangat kokoh untuk sandar, demikian juga tingkat kedalaman perairannya sangat aman bagi kapal masuk. Selain itu, wisatawan menyampaikan cukup senang melihat kembali Lombok pulih, setelah gempa.

Hanya saja yang menjadi catatan wisatawan, jalan dari pelabuhan internasional Gili Mas menuju jalan raya Lembar cukup sempit. Kesan lain adalah wisatawan menyebut tentang Lombok sebagai tuan rumah pelaksanaan MotoGP pada 2021 mendatang.

Baca juga:  Bupati dan Pelindo Tandatangani MoU, Pelabuhan Teluk Santong Segera Terwujud

Selain itu, siap atau tidak yang ia maksudkan, bahwa tempat-tempat pariwisata harus dikemas agar mereka berkenan tinggal. Tidak sekedar datang dan hanya melihat-lihat. Masyarakat harus siap menyambutnya, dengan atraksi, adat budaya, kuliner. Tempat-tempat wisata juga harus representatif. Selain itu, mereka juga harus terinfo objek-objek wisata dan tempat-tempat bersejarah dari buku-buku petunjuk yang membuat mereka tertarik tinggal lebih lama untuk mengeksplorasinya.

Lalu, berwisata tidak melulu soal objek wisata alam. Ia mencontohkan tentang Kota Surabaya yang tidak memiliki objek wisata alam. Surabaya hanya memiliki taman-taman yang indah, penataan kawasan yang baik. “Wisatawan itu lebih suka jalan kaki. Mengapa mereka memilih Surabaya, karena mereka bisa melihat-lihat bunga yang tidak ada di negara mereka. NTB juga bisa seperti itu. pilihannya hanya siap atau tidak kita menyambutnya sekarang, bagaimana caranya agar belanja mereka lebih banyak di sini. Kami Pelindo tidak bisa sampai ke situ, kami hanya menyediakan pintu masuknya,” demikian Erry. (bul)