Tata Niaga Tembakau 2019 Dinilai Buruk, Persiapkan “The New Virginia Lombok” 2020

Kuswanto Setiabudi (Suara NTB/rus)

Advertisement

MUSIM tanam tembakau virginia Lombok 2019 diakui mengalami sakit. Disinyalir, akibat dari pemangku amanah atau regulator tidak cakap mengatur dan mengelola dunia tembakau. Meskipun ada regulasi Peraturan Daerah Nomor 4 tahun 2006 dan Pergub Nomor 2 tahun 2017 tentang tembakau. Musim tanam 2020 mendatang diharapkan tembakau bisa menjadi lebih baik.

“Harus menjadi the new virginia Lombok,” harap Stasiun Manajer PT Sadhana Arifnusa, Kuswanto Setiabudi, Rabu, 6 November 2019.  Aktivitas bisnis tembakau 2019 dinilai tidak berjalan dengan baik. Sadhana sendiri tahun ini sudah melakukan pembelian melampaui target awal. Pembelian Sadhana pun sekarang ini sudah 5.500 ton. Itu sudah lampaui 100 persen target. Jumlah pembelian juga sudah melampui syarat minimal pembelian dari swadaya sesuai regulasi yang 20 persen.

Kuswanto mengingat substansi Perda tembakau sangat jelas. Di antaranya, membangun keseimbangan permintaan dan penawaran. Kedua menjaga aset agar emas hijau Lombok yang sudah mendunia dan belum tergantikan ini.

Dikatalan, virginia Lombok tetap menjadi terbaik dunia. Hanya saja dibutuhkan untuk dikelola lebih  baik. Adalah menjadi kewenangan regulator  berikan satu ketertiban dalam tata kelola tembakau ini, yakni tertib administrasi, proses dan bahan baku tembakau. Pasalnya, dibutuhkan implementasi regulasi yang kuat dari regulator kepada para pelaku bisnis, yakni kepada para petani dan perusahaan mitra serta perusahaan calon mitra.

Dalam Perda 4 dan Pergub 2 sudah rinci apa hak dan kewajiban pihak-pihak terkait. Termasuk hak kepada regulator. Harapanya menjadi penataan tembakau virginia lebih baik ini dengan tertib administrasi sebagai alat kendali pemerintah.

Menurut Kuswanto, 2019 sebenarnya bisa menjadi momentum emas untuk masuk 2020. “Inilah saatnya virginia menjadi the new virginia Lombok. Sekarang memang pahit. Tapi biasanya orang mau diajak bicara kalau situasi sakit begini,” imbuhnya.

Berharap ke depan tahun 2020 tidak lagi terjadi musibah terlalu banyak penawaran. Kuswanto mengajak untuk maju ke depan menuju bisnis modern. Sekarang ini diakui serba gambling. Sementara pada era rokok saat ini pajak dan cukai naik terus. Ditambah lagi dengan tuntutan kesehatan dan kebersihan makin tinggi.

Selain itu, menjadi harapan pelaku bisnis tembakau virginia ini harus ada keadilan produsen pebisnis rokok. Para pelaku bisnis rokok yang menjalankan bisnis di Indonesia diharuskan pakai bahan baku indonesia. “Mereka yang sudah untungnya banyak, pakai bahan baku indonesia dan tentu kewajibannya ada, yakni mrmenuhi syarat kualitas dan efisiensi,” ungkapnya.

Lebih jauh bicara emas hijau Lombok ini adalah terbaik di dunia. Hanya saja untuk saat ini, produksi tembakau virginia Lombok ini tidak selamanya harus dengan sistem pengomprongan. Kualitas tembakau virginia Lombok Premium ini berkisar hanya  30-40 ribu ton. Lokasi lahannya tidak jauh dari selatan Rinjani. Sedangkan yang dekat dengan pantai di selatan Lombok ini dinilai lebih pas diarahkan ke rajangan.

“Kalau racun menyalahi batas residu, maka maka branding emas hijau Lombok ini bisa terancam akan hilang,” paparnya. Ditambahkan, kualitas tembakau virginia Lombok sampai saat ini tidak ada yang mengalahkan di Indonesia. Provinsi Jatim pun tak akan menang. “Ini yang membanggakan di Lombok,” imbuhnya.

Bisnis tembakau ke depan, sambung Kuswanto tetap punya peluang. Kualitas tembakau virginia Lombok ini masih bisa dipertahankan. Guna menjadikan the new virginia Lombok, maka diharapkan ada lembaga khusus dibentuk pemerintah untuk bisa mengendalikan tata niaga dan budidaya tembakau virginia. Menjadi tugas tim pengendali ini adalah seimbangkan permintaan dan penawaran. Saat ini, mengalami musim sakit karena antara kebutuhan dengan penawaran tidak ada yang mengendalikan. (rus)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.