Resmi Dicanangkan, NTB Jadi Pusat Industri “Fashion” Muslim

“NTB-Goes to Moslem Fashion Industry"

Advertisement

Mataram (suarantb.com) – Setelah dalam beberapa waktu terakhir digagas, NTB resmi di canangkan sebagai pusat industri fashion muslim. Persemian ditandai diselenggarakannya kegiatan fashion show mengangkat tema “NTB-Goes to Moslem Fashion Industry” di Pelataran Islamic Center NTB. Kegiatan ini menjadi puncak dari serangkaian acara dalam rangka upaya pengembangan industri fesyen di NTB.

Bank Indonesia sebagai inisiator, didukung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB. Fashion show mengangkat kain tenun yang ada di Nusa Tenggara Barat ini cukup sukses menyedot perhatian. Islamic Center di luar fungsi utamanya sebagai tempat ibadah seperti dihidupkan kembali dengan event pada sore Sabtu,  2 November 2019.

Serangkaian kegiatan ini turut dihadiri Ketua Dekransda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah. Dekranasda Kalimantan Timur, dan kabupaten/kota di NTB,  para desainer, dan trainer nasional.

Fashion Show “NTB-Goes to Moslem Fashion Industry”

Bank Indonesia memulai sejarah baru. Sebagai pencetus ide, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB, Achris Sarwani, dan Deputy Bidang Ekonomi Moneter, Wahyu Ari Wibowo menyebut, konsumsi belanja busana muslim di Indonesia tahun 2017 mencapai US$ 20 miliar. Angka yang tidak kecil. NTB di dorong merebut potensi besar ini, dengan potensi kearifan lokal yang dimiliki yakni kain tenun.

Untuk itu, Bank NTB bersama Dekranasda NTB sebelumnya telah melakukan sejumlah intervensi. Memberikan bantuan peratan mesin tenun bukan mesin kepada beberapa IKM tenun. Melatih pewarnaan, pengembangan motif, manajerial dan memfasilitasi pemasaran.

Untuk menjadikan NTB sebagai pusat industri fesyen muslim, baru-baru ini Bank Indonesia melaksanakan program Fashion Production Incubator (FPI) dan Fashion Designer Incubator (FDI) yang melibatkan pengrajin busana/penjahit dan perancang busana/desainer sebagai peserta program.

Program ini ditujukan untuk melatih dan meningkatkan keahlian para pengrajin busana/penjahit di NTB agar dapat menjadi penjahit yang mandiri. Melatih para perancang busana/desainer di NTB agar dapat mengeksplorasi kreativitas dan membuat desain; dan diharapkan dapat mengembangkan diri sebagai desainer yang siap bersaing di industri fesyen dalam dan luar negeri.

Program yang telah dilaksanakan ini dikawinkan. Peserta dituntut menghasilkan sebuah fesyen. Yang muaranya pada fashion show di Islamic Center akhir pekan kemarin.

“Menuju Moslem Fashion Industry tidak saja tenun yang akan berkembang. Mutiara, tas yang saling melengkapi. Pada akhirnya, paket-paket pariwisata akan hidup jika fashion show rutin digelar setiap tahun. MotoGP juga menjadi momentum,” demikian Achris.

Kedepan, tenun tidak hanya dijual gelondongan begitu saja. Menjadikannya beragam produk fesyen akan tumbuh industri massal yang menjadi sumber-sumber ekonomi baru.

Pemprov NTB memberi apresiasi ide-ide besar Bank Indonesia memajukan ekonomi NTB melalui potensi kearifan lokalnya. Ketua Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati  Zulkieflimansyah menegaskan, menjadikan NTB sebagai pusat industri fesyen muslim adalah jalan panjang. tapi harus di mulai. Dengan gagasan ini, NTB telah memulai langkah pertama jalan panjang itu.

Tinggal meregenerasi terus menerus produsen tenun, maupun desainer – desainer muda. Dekranasda juga bekerjasama dengan OPD terkait, terutama Dinas Perindustrian ke depan akan mengupayakan bantuan peralatan produksi tenun bukan mesin. Sehingga produksi dapat dilakukan dengan cepat, harga penjualan dapat ditekan agar terjangkau bagi semua kalangan.

“Kita harus sepakat bersama – sama. Dengan menjadikan tenun sebagai produk fashion, nilai ekonomisnya juga akan jauh berlipat-lipat dibanding saat ini,” demikian istri gubernur ini.

Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah secara terbuka menyampaikan apresiasinya atas ide-ide besar ini. Harapannya, tahun 2023 mendatang NTB benar-benar akan menjadi pusat industri fesyen muslim.  Orang nomor dua NTB ini mendorong BUMN yang ada di Provinsi NTB mencontoh gagasan dan aksi Bank Indonesia.

“Karena outcome-nya jelas. Tujuannya jelas, dan ini adalah jalan pertama menuju fashion industri,” demikian Hj. Rohmi.

Pada kegiatan fashion show “NTB-Goes to Moslem Fashion Industry” ini, turut ditampilkan busana karya desainer binaan BI yaitu Linda Hamidy Grander dan desainer mitra BI yaitu Wignyo Rahadi. (bul)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.