STIE AMM Mataram Gelar Kompetisi Debat Ekonomi

Ketua STIE AMM Mataram, H. Umar Said (paling kiri) didampingi Pembantu Ketua III STIE AMM Mataram, Syaiful Amri (ketiga dari kiri) berfoto bersama perwakilan juara Kompetisi Debat Ekonomi STIE AMM Mataram tahun 2019, Sabtu,  26 Oktober 2019. (Suara NTB/ron)

Advertisement

Mataram (Suara NTB) – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMM Mataram menggelar Kompetisi Debat Ekonomi tahun 2019 yang dilaksanakan di kampus STIE AMM, pada Kamis,  24 Oktober  sampai dengan Sabtu,  26 Oktober 2019. Kegiatan itu dilaksanakan oleh Senat Mahasiswa STIE AMM dan diikuti oleh mahasiswa STIE AMM Mataram.

Pembantu Ketua III STIE AMM Mataram, Syaiful Amri, S.Pd., M.Pd., menjelaskan, kegiatan ini mendapatkan dukungan pendanaan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII. Kompetisi debat ini diikuti oleh mahasiswa STIE AMM Mataram dari Prodi S1 Akuntansi, S1 Manajemen, D3 Akuntansi, dan D3 Keuangan dan Perbankan.

“Diikuti sebanyak 15 tim. Satu tim terdiri dari tiga orang, salah satunya menjadi pembicara inti. Mahasiswa bebas memilih tim, kebanyakan dari masing-masing kelas mewakili,” katanya.

Syaiful mengatakan, topik debat dalam kompetisi debat ekonomi STIE AMM Mataram yaitu mengenai perkembangan ekonomi di era revolusi industri 4.0. Kompetisi debat ekonomi ini bertujuan untuk membangun wawasan dari mahasiswa STIE AMM Mataram supaya berpikir kritis dan dinamis melihat perkembangan ekonomi saat ini.

Kompetisi Debat Ekonomi STIE AMM tahun 2019 ditutup pada Sabtu,  26 Oktober lalu. Ditandai dengan pengumuman para juara. Kompetisi itu ditutup oleh Ketua STIE AMM Mataram, Dr. H. Umar Said, SH., MM., Dalam sambutannya Umar Said mengatakan, metode debat ini harus dipertahankan, karena debat yang baik memiliki format yang benar. “Ada format ada caranya, metode ini supaya dipertahankan,” katanya.

Ia juga menyinggung topik pada kegiatan kompetisi debat ekonomi itu. Umar mempertanyakan apakah sudah terjawab permasalahan ketimpangan ekonomi, karena kebutuhan manusia terlalu banyak dan tidak bisa dipuaskan. Sedangkan alat pemuas kebutuhan terbatas.

“Saya lihat luar biasa jawaban mahasiswa-mahasiswa dalam debat ini. Apakah sudah terjawab ketimpangan di bidang ekonomi? Kebetulan anda (mahasiswa) belajar ekonomi. Juara satu saya harap meneliti lagi jawaban bagaimana mengatasi ketimpangan ekonomi. Karena kita bagian dari ekonomi Indonesia, metode apa yang bisa kita lakukan, sehingga kebutuhan manusia saat itu, bisa terpuaskan,” ujarnya. (ron/*)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.