Gubernur Minta Tambahan 100 Ribu Ton Semen

Ilustrasi distribusi semen. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah menandatangani surat usulan penambahan kuota semen untuk NTB. Usulan ini untuk mengatasi tingginya kebutuhan dua bulan terakhir 2019 ini. Surat resmi kepala daerah ini ditujukan ke PT. Indocement, selaku produsen merek Tiga Roda yang mendominasi pasar semen di NTB.

“Suratnya diantar langsung oleh Pak Fery (Kasubdit I Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Fery Jaya Satriansyah) ke Indocement di pusat. Tembusannya ke Kementerian Perdagangan,” kata Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Dra. Hj. Putu Selly Andayani, M. Si melalui Kepala Bidang Pengawasan, Ir. Haryono. Petikan isi surat Gubernur ini dalam rangka  mempercepat penyelesaian tahap rekonstruksi/pembangunan  kembali dampak gempa bumi yang terjadi di NTB pada semester II tahun 2018 lalu.

Baca juga:  Harga Tomat Melonjak

Semen menjadi kebutuhan sangat penting untuk pembangunan rumah-rumah masyarakat korban gempa, fasilitas umum, perkantoran dan pembangunan fisik lainnya. Sementara dalam beberapa bulan terakhir, kondisi ketersediaan semen di NTB sangat terbatas dan harga di tingkat pengecer relatif tinggi, antara Rp80.000/zak sampai Rp90.000/zak. Data realisasi distribusi semen, merek Tiga Roda pada Januari – September 2019 di NTB sebanyak 309.742 ton (6.194.840 zak). Suplainya juga terbatas. Sehingga memicu kenaikan harga.

Untuk itulah, kepala daerah mengajukan permintaan penambahan kuota  semen merek Tiga Roda sebesar 100.000 ton untuk mengantisipasi kebutuhan akhir tahun ini. Pengajuan permintaan ini karena diannggap kebutuhan semen di NTB sangat urgen untuk stabilitas pasokan dan harga. “Karena prediksi kebutuhan akan sangat meningkat akhir tahun itu, Pak Gubernur, Dinas Perdagangan mengajukan penambahan kuota. Mudahan bisa kuota daerah lain yang sedang longgar bisa dialihkan ke NTB,” demikian Haryono.

Baca juga:  Setelah Maulid, Disdag NTB Antisipasi Lonjakan Harga

Sejumlah proyek strategis sedang giat-giatnya dibangun di NTB. Terutama rumah bagi korban gempa, pembangunan KEK Mandalika, pembangunan perumahan-perumahan oleh developer, jalan-jalan dan jembatan. Jangan sampai, permintaannya tinggi namun suplai terbatas. Dengan surat kepala daerah kepada produsen, akan ditanggapi produsen untuk menutupi tingginya kebutuhan NTB untuk recovery dan pembangunan.

Dihubungi terpisah, Senior Corporate Communication PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (Indocement) Rizki Dinihari belum memberikan jawaban pasti atas permintaan resmi kepala daerah kepada Indocement. “Saya cek dulu ke direksi, apakah suratnya sudah diterima,” demikian Rizki. (bul)