Seratusan Warga Gantungkan Hidup dari TPA Kebon Kongok

Para pemulung memulai aktivias memungut sampah yang dibuang ke TPA Kebon Kongok, Rabu kemarin. (Suara NTB/nas)

PENUTUPAN TPA Kebon Kongok di Lombok Barat akibat kebakaran sekitar dua minggu terakhir berpengaruh terhadap sekitar 140 warga sekitarnya. Masyarakat dari tiga dusun di sekitar TPA Kebon Kongok ini,  menggantungkan hidupnya di TPO Regional itu sebagai pemulung.

Salah seorang pemulung, Inaq Muniroh mengaku tidak punya pekerjaan lain selain menjadi pemulung di TPA Kebon Kongok. Ia adalah salah seorang dari sekitar seratusan warga yang menolak keras penutupan TPA Kebon Kongok.

Ndak ada pekerjaan lain.  Makanya kita tidak mau TPA ditutup, seperti disuarakan dulu. Kalau ditutup, dimana kita cari nafkah,’’ ujar Inaq Munaroh ditemui disela-sela memulung di TPA Kebon Kongok, Rabu, 23 Oktober 2019 siang.

Inaq Muniroh (Suara NTB/nas)

Wanita paruh baya ini menyebutkan dalam sehari bisa mendapatkan uang sekitar Rp10.000 – 15.000 dari hasil memulung di TPA Kebon Kongok. Meskipun hasilnya kecil, namun ia bersyukur, karena cuma itu satu-satunya pekerjaannya.

‘’Saya sudah 30 tahun jadi pemulung. Sejak keberadaan TPA sudah menjadi pemulung. Sehingga hasilnya ada untuk biaya anak-anak,’’ katanya.

Ia menyebut, jumlah warga dari tiga dusun yang menjadi pemulung di TPA Kebon Kongok sekitar 140 orang. Pada hari pertama pembukaan TPA Kebon Kongok, cuma ada puluhan warga yang memulung. Apabila masyarakat tahu TPA sudah dibuka, maka akan banyak yang datang.

Ia mengatakan, sampah yang diambil berupa sampah plastik, kardus dan kantong kresek bening. Sampah yang dikumpulkan kemudian dijual ke pengepul yang langsung datang mengambil.

Pembuangan Sampah Dibuka Terbatas

Sementara itu, pelayanan pembuangan sampah ke TPA Kebon Kongok mulai dibuka terbatas, Rabu (23/10). Pemulihan TPA Kebon Kongok ditargetkan tuntas lebih cepat dari 15 hari yang diinstruksikan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc.

‘’Kita berharap tiga hari ini sudah selesai (penanganan kebakaran di TPA Kebon Kongok),’’ kata Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH dikonfirmasi usai meninjau pelaksanaan penanganan kebakaran TPA Kebon Kongok, Rabu (23/10) siang.

Ia mengatakan, mulai Rabu (23/10), Kota Mataram dan Lombok Barat sudah diberikan akses untuk membuang sampah di TPA Kebon Kongok. Tetapi akses pembuangan sampah masih diberikan terbatas.

‘’Yang pasti, tiga hari ke depan ini, kerja bersama tim yang telah dibentuk provinsi ini harus lebih massif, dimaksimalkan untuk mematikan beberapa titik api yang masih terlihat,” katanya.

Pola penanganan lahan TPA yang terbakar, yakni dilakukan penggalian kemudian disiram. Setelah itu ditimbun menggunakan tanah. Sehingga tidak lagi keluar asap. Selain itu, dibangun akses jalan berputar di TPA. Sehingga, apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, mobilisasi peralatan menjadi lebih cepat.

‘’Sudah 80 are yang diratakan. Yang sudah dipakai untuk pembuangan sampah. Total lahan  5 hektare. Titik api bukan di lima hektare itu. Titik api ada di beberapa lokasi. Yang 80 are itu memang titik api yang dipadamkan,’’ jelasnya.

Armada yang diturunkan untuk memadamkan api sebanyak 5 unit excavator, 3 unit bulldozer, Damkar dan belasan mobil tangki air. Dengan peralatan sebanyak itu, ia yakin pemadaman akan lebih awal diselesaikan dari target 15 hari.

‘’Kita berharap Lombok Barat juga memberikan bantuan yang sama seperti Kota Mataram. Karena Lombok Barat juga memasukkan sampah ke sini,’’ ujar Khalik.

Kepala UPTD TPA Regional Kebon Kongok, H. Didik Mahmud mengatakan bahwa pelayanan pembuangan sampah sudah mulai dibuka di TPA Kebon Kongok. Namun, setiap truk pengangkut sampah yang berasal dari Kota Mataram dan Lombok Barat diberikan kesempatan tiga kali sehari.

Apabila satu truk mengangkut sampah lebih dari tiga truk, maka akan ditolak.

Ia menyebut, jumlah armada kendaraan pengangkut sampah dari Kota Mataram sekitar 36 unit. Sedangkan Lombok Barat 10 unit. Ia mengatakan, penanganan dengan pola gali, siram dan ditimbun dengan tanah cukup efektif mengatasi kebakaran di TPA Kebon Kongok. Dengan pola seperti itu, tidak lagi keluar asap. (nas)