Pasar Murah Semen Diserbu Warga di Loteng

Operasi pasar semen yang dilakukan Dinas Perdagangan NTB di Loteng, Senin (20/10). (Suara NTB/kir)

Advertisement

Praya (Suara NTB) – Operasi pasar khusus semen yang digelar pemerintah provinsi disambut positif warga di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Dalam sehari sebanyak 1.000 sak lebih semen habis diserbu warga. Supaya merata, warga pun hanya diberikan jatah masing-masing lima sak semen saja.

“Sebenarnya jatahnya 10 sak per orang. Tapi karena banyak yang minat, terpaksa kita pangkas jadi lima sak per orang. Supaya semua bisa memperoleh secara merata,” sebut Kabid Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri (PPDN) Dinas Perdagangan NTB, Ni Nyoman Darmilaswati, kepada Suara NTB, Senin, 21 Oktober 2019.

Ia menjelaskan, dalam operasi pasar khusus semen ini pihaknya melibatkan dua distributor semen, yakni Indocement untuk semen merek Tiga Roda serta Semen Gresik dengan alokasi masing-masing 840 sak semen dari Indocement serta 200 sak dari Semen Gresik.

Sehingga total perhari rata-rata ada 1.040 sak semen yang disalurkan kepada warga dengan harga jual Rp 60 ribu per sak untuk Indocement. Sementara untuk Semen Gresik sebesar Rp 59 ribu per saknya.  “Harga jualnya berbeda. Sesuai yang ditetapkan oleh masing-masing distributor untuk kedua jenis semen tersebut,” ujarnya.

Operasi pasar sudah digelar sejak Selasa pekan kemarin. Jadi terhitung sudah enam hari operasi pasar khusus semen digelar di Loteng, masing-masing empat hari di Kota Praya dan dua hari di Kecamatan Batukliang dengan total semen yang sudah disalurkan sebanyak sekitar 6.240 sak semen. “Hari ini (Senin kemarin,red) terakhir operasi pasar semen digelar di Loteng,” terangnya.

Soal kemungkinan apakah operasi pasar akan dilanjut itu tergantung kebijakan pimpinan dengan pihak distributor. Pihaknya dalam hal ini hanya memfasilitasi saja, karena yang punya semen pihak distributor.

Darmi mengatakan, sejak operasi pasar khusus semen digelar harga semen di tingkat pengecer perlahan sudah mulai turun dari semula di atas Rp 75 ribu per sak untuk semen Tiga Roda, sekarang sudah berada di kisaran harga Rp 60 ribu per sak di tingkat pengecer besar, khususnya yang ada di Kota Praya.

Karena memang selain ada tekan harga dari operasi pasar, para pengecer besar juga sudah diingatkan oleh pihak distributor semen agar mematuhi harga eceran tertinggi yang ditetapkan. Jika ada yang ditemukan menjual di atas harga yang ditentukan, maka pengecer tersebut bakal diberikan teguran oleh pihak distributor. Teguran yang diberikan bisa sampai pemberian sanksi, berupa penghentian penyaluran jatah alokasi semen kepada pengecer bersangkutan.

“Untuk mengawasi perkembangan harga semen di tingkat pengecer, kita juga sudah ada tim khusus bersama Polda NTB. Tim inilah yang mengawasi dan bisa memberikan tindakan sesuai kewenangan yang ada jika ditemukan penyimpangan di lapangan,” tegasnya. (kir)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.