UMP Tetap Naik

Ni Ketut Wolini (Suara NTB/bul)

UPAH Minimum Provinsi (UMP) NTB dalam waktu dekat akan dibahas. Sesuai ketentuan, per 1 November UMP telah ditetapkan, dan berlaku 1 Januari 2020. Aosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi NTB seperti biasa akan mewakili suara pengusaha setiap kali pembahasan UMP, bersama Serikat Pekerja, sebelum ditetapkan oleh pemerintah daerah.

Ketua Apindo Provinsi NTB, Ni Ketut Wolini kepada Suara NTB di Mataram, Senin, 21 Oktober 2019 mengatakan, sejauh ini belum ada undangan pembahasan UMP. Padahal, 1 November harus ditetapkan. Apindo juga belum memiliki gambaran UMP yang akan diusulkan.

Kementerian Ketenagakerjaan baru-baru ini merilis surat edaran soal penetapan dan nilai kenaikan UMP 2020. Pada surat edaran tertanggal 15 Oktober 2019, UMP 2020 ditetapkan naik sebesar 8,51% atau lebih tinggi dari kenaikan UMP 2019 yang hanya 8,03%.

Surat edaran bernomor B-M/308/HI.01.00/X/2019 penyampaian data tingkat inflasi nasional dan pertumbuhan produk domestik bruto tahun 2019. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 78 terkait pengupahan, parameter di atas menjadi perhitungan kenaikan UMP tahun berikutnya.

Secara nasional dipertimbangkan inflasi nasional tercatat 3,39% dan pertumbuhan ekonomi nasional 5,12%,

yang kemudian diakumulasi jadi besaran kenaikan UMP 2020. “Usulan UMP sudah ada batasan. Kita mengikuti garis itu. Pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Edaran sudah saya dapat, dikirimi teman. Tapi belum dapat surat resminya, kita belum berani tentukan,” kata Wolini.

Sebelum ada PP 78, kata Wolini kenaikan UMP bisa direka sebelum diusulkan. Untuk pembahasan UPM 2020 acuannya jelas. Sebagai gambaran, UMP tahun depan akan tetap naik. “Entah berapa kenaikannya. Karena ekonomi kita juga masih stag sekarang, apalagi setelah gempa tahun lalu,” ujarnya.

Alasan kenaikan UMP sangat kuat. Mengapa? tahun lalu, gempa terjadi pada Bulan Agustus, September 2018. Secara bersamaan, dibahas UMP 2019. Itupun tetap dinaikkan, dalam kondisi dunia usaha stag pascagempa. Apalagi saat ini, setehun setelah gempa. Ekomomi mulai mengarah stabil, tetap akan ada kenaikan UMP.

Apindo selama ini dikenal cukup sering menyuarakan kenaikan UMP seminimal mungkin. Berseberangan dengan suara serikat pekerja yang meminta kenaikan semaksimal mungkin. Jumlah anggota Apindo NTB seribuan orang. dari jumlah itu, sekitar 50an persen kata Wolini yang masih recovery setelah gempa. “Kondisi ini juga harus dipertimbangkan. Tetapi berapa besaran UMP yang ideal, nanti saja setelah pembahasan,” demikian Wolini. (bul)