Pascakebakaran Lahan Tebu, PT. SMS Alami Kerugian Rp10 Miliar

Kepala keamanan PT SMS Wastu Suyoto saat turun cek lokasi kebakaran. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Kebakaran hebat yang merembet ke lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT. Sukses Mantap Sejahtera (SMS) di Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu berdampak serius. Api menjalar ke bibit yang sudah disiapkan untuk masa tanam tahun 2020. Akibatnya kerugian akibat kejadian mencapai Rp 10 miliar.

“Kebakaran terjadi di lahan Tebu yang akan dijadikan bibit untuk masa tanam 2020. Kalau kami hitung hitung, total kerugian Rp 10 miliar. Bahkan kalau dihitung efek domino yang ditimbulkan bisa mencapai kurang lebih 40 milyar,” kata Manager External Relation PT. SMS, Muhammad Haryanto, Senin,  21 Oktober 2019  dalam keterangan tertulis diperoleh Suara NTB.

Setelah cek ke lokasi kejadian di Desa Soritatanga Kecamatan Pekat, kerugian cukup besar itu diakui karena dampak kebakaran sangat serius. Bibit yang terbakar tersebut diketahui termasuk untuk peruntukan kemitraan dengan masyarakat.

“Jadi bibit ini disiapkan selain untuk perusahaan juga untuk kemitraan masyarakat sekitar. Tentu hal mempengaruhi kesiapan masa tanam. Tapi kita akan memaksimalkan bibit yang tersisa, ” kata Haryanto.

Peristiwa ini di luar dugaan pihaknya karena dalam kondisi force majeure. Upaya pemadaman sudah maksimal sejak muncul api sampai malam hari dengan tim Damkar, TNI dan Polri.  Kendati demikian, setelah

peristiwa yang pertama  sejak pabrik tebu PT SMS beroperasi di Kabupaten Dompu ini tidak akan mempengaruhi kelanjutan masa tanam. “Sesuai jadwal, masa tanam untuk perusahaan dan kemitraan tetap 2020. Karena masih banyak bibit yang selamat dibanding yang terbakar,” ujarnya.

Sementara kepala keamanan PT. SMS Wastu Sunyoto yang berada di lokasi saat kejadian Sabtu,  19 Oktober  lalu, api berasal dari luar kawasan HGU. Tepatnya dari kawasan Usaha Tani Lestari (UTL) yang dikelola oleh masyarakat. Api sulit dibendung karena terpaan angin puting beliung kearah  puntu tujuh pendakian Tambora, menjalar ke pintu pendakian Gunung Tambora.

“Saya lihat angin puting beliung yang bawa api menjalar lebih cepat. Sulit sekali dipadamkan.  Sehingga lahan kita yang berbatasan dengan UTL ikut terbakar,” kata Wastu.

Api menjalar ke kawasan PT. SMS di pintu enam, pintu lima, pintu empat, hingga pintu tiga  dengan luasan 100 hektar. Karena sulit dibendung, api tembus hingga ke kawasan yang lebih luas di pintu dua mencapai 200 hektar.

Sementara kondisi terkini, masih kata Wastu, hingga Pukul 07.00 Wita api sudah padam total. Namun tim security masih terus mengontrol lahan bersama tim Damkar PT.SMS, tim Polsek Pekat, Polres Dompu, dan Kodim Dompu untuk mencegah munculnya sumber api baru. (ars)