Tren Investasi Bergeser ke Emas Batangan

Ilustrasi Emas Batangan (suarantb.com/pexels)

Mataram (Suara NTB) – Budaya berinevstasi tidak lagi saklek pada tanah dan rumah (property). Tren berinvestasi cenderung bergeser ke emas batangan. Lebih stabil, dan minim risiko.

Setidaknya, kecenderungan ini juga nampak di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Tren investasi emas batangan ini mulai terlihat akhir-akhir ini. Salah satu indikator yang mendorong naiknya tren investasi emas ini lantaran harga emas yang belakangan juga terus menanjak. Khususnya emas batangan cetakan PT. Antam (Persero).

Mustaen

Kecenderungan investasi emas ini diamini salah satu bankir, Mustaen. Direktur Utama BPRS Dinar Ashri ini adalah salah satu BPRS di Nusa Tenggara Barat yang menyediakan produk tabungan emas.

“Setelah kami luncurkan produk tabungan emas pada September 2019 ini, trend peminatnya juga tumbuh bagus. Sementara ini kami lakukan penyesuaian produk ini,”  kata Mustaen di ruang kerjanya, Kamis,  10 Oktober 2019.

Mengapa investasi emas? Beberapa pandangan dikemukakannya. Harganya tetap stabil, dan cenderung naik. Nyaris tidak ada kerugian berinvestasi emas.  Lebih gampang dijual, juga tak butuh modal dalam jumlah besar untuk investasi tanah. Namun perlu difahami, emas bukan instrument untuk mempercepat keuntungan dari aset. Melainkan, melainkan instrument untuk melindungi kekayaan. Ada juga investasi lain, misalnya obligasi. Namun tak sesimpel investasi emas.

“Kalau mau untung besar dan cepat, tidak bisa juga. Tapi dengan berinvestasi emas, kekayaan kita terjaga (harga tidak flugtuatif turun naik),” ujarnya.

Apalagi saat terjadi resesi. Orang akan memilih investasi yang aman, tidak juga dikenakan pajak-pajak  sebesar pajak investasi lainnya. Pajak investasi emas hanya 0,45 persen. trend investasi emas ini juga berkembang di Amerika. Dolar AS sendiri ramai-ramai dibelanjakan dalam bentuk emas.

Melihat

peluang itu juga, BPRS Dinar Ashri satu-satunya BPR di Nusa Tenggara Barat yang membat produk investasi emas (menabung emas). BPRS Dinar Ashri memfasilitasi masyarakat yang ingin menabung emas. Maksudnya, masyarakat difasilitasi menabung emas dengan cara dicicil setiap bulan. Ketentuan emas Antam, minimal 5 gram.

Jika harga emas Antam 24 karat saat ini Rp 766.000/gram setara dengan Rp3.833.000/5 gram. Menabung dengan tenor 1 tahun, artinya setiap bulan tabungan minimal Rp319 ribuan. Dalam setahun, nasabah sudah memiliki emas batangan 5 gram. Menabung emas di bawah 5 gram, rekomendasinya koin dinar. BPRS Dhinar Ashri juga menyediakan produk ini.

“Menabung emas ini sebetulnya disesuaikan dengan kemampuan nasabah,” imbuhnya.

Adakan beban lain yang ditanggung nasabah, Mustaen mengatakan tidak sama sekali. kecuali, biaya ekspedisi emas dari Antam. Biaya materai, dan biaya asuransi pengiriman dari Antam sampai ke Mataram. Masing-masing item biaya yang ditanggung nasabah hanya puluhan ribu.

“Kalau sudah jatuh tempo menabung, tapi emasnya belum bersedia di ambil? Nasabah akan mendapatkan bagi hasil dari BPRS Dinar Ashri,” terang Mustaen.

Keuntungan lain, nasabah penabung emas akan dibantu perencanaan investasi yang lebih baik lagi. Karena itu, selain karena trend, ia merekomendasikan masyarakat berinvestasi emas batangan. Penjualannya lebih cepat, bisa di bayar langsung oleh BPRS Dinar Ashri, dengan ketentuan harga yang berlaku. Atau di jual ke toko-toko emas yang memproduksi perhiasan dan aksesori dari emas.

“Menarik juga, ada risan emas. Atau mahar emas batangan. Tren seperti ini akan berkembang. Mau berhaji bisa dengan nabung emas, mau menyekolahkan anak di masa mendatang bisa dengan nabung emas ,” demikian Mustaen.(bul)