Kemiskinan di Kota Mataram Meningkat

Amiruddin (Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Jumlah penduduk miskin di Kota Mataram diprediksi meningkat. Dari jumlah penduduk miskin tahun 2019 ini sebanyak 8,6 persen, angka kemiskinan diperkirakan mencapai 9,3 persen per Februari 2020 mendatang.

Kepala Bappeda Kota Mataram, Amiruddin mengatakan, dari data Bappeda Kota Mataram hingga akhir tahun 2019 ini, diprediksi mencapai 9,3 persen jumlah warga miskin. Peningkatan itu lanjut Amir, dikarenakan kondisi perekonomian Kota Mataram sampai sekarang tidak mengalami peningkatan atau menetap.

“Ini kan kota jasa. Diperlukan jasa untuk pendapatannya,” katanya kepada Suara NTB, Senin, 7 Oktober 2019.

Baca juga:  Rumah Warga Miskin di NTB akan Dipasangi Stiker

Sebelumnya, kenaikkan ini dilihat Amir, karena ada kenaikan standar dari pendapatan per kapita Kota Mataram. Dari Rp12 juta per tahun itu naik menjadi Rp13 juta. “Dilihat di data statistik, ada kenaikan untuk pendapatan per kapita kita, tapi justru memang sekarang kelesuan hunian atau hotel ini turun juga. Itulah penyebabnya juga,” katanya.

Dari data yang dihimpun Bapedda Kota Mataram kata Amir, laju pendapatan hotel di Mataram dulunya capai 9 koma sekian. Namun, saat ini, menurun jadi 4 koma sekian. “Luar biasa kan,” paparnya.

Baca juga:  5.728 Keluarga Miskin Dikeluarkan dari Penerima PKH di NTB

Amir menyebutkan, Pemkot Mataram dan seluruh jajarannya jangan berharap bisa menaikkan PAD dari hotel dan restauran pada tahun 2019 ini.

“Karena sedang lesu. Kita jangan berharap banyak-banyaklah dari itu untuk meningkatkan PAD. Ini kan berpengaruh juga terhadap ekonomi kita. Karena pendatapan kita banyak dari hotel dari restoran dan sektor akomodasi lainnya,” katanya. (viq)