Desainer Lokal Promosikan Lombok Lewat Hijab

Luklu’ Ummaknuun menunjukkan hijab hasil kreatifitasnya, hijab dengan tema tentang potensi Lombok.

KEARIFAN Lombok, NTB dipromosikan melalui beragam cara, salah satunya, dengan media hijab. Luklu’ Ummaknuun, perempuan kelahiran 30 Desember 1996 memilih media hijab untuk mengenalkan daerah ini ke luar daerah. Dari hijab, diceritakan filosofi kearifan Lombok untuk menarik wisatawan berkungjung ke Lombok. Misalnya, menceritakan tentang Sembalun, menceritakan tentang alam, budaya, adat, tradisi, termasuk flora dan faunanya.

Mengapa melalui hijab? Kata Luklu’, media ini dipilih lantaran masih minimnya pengusaha hijab printing. Padahal, tren fashion muslim terus berkembang. Lombok diketahui telah mendapatkan penghargaan destinasi wisata halal terbaik. Karena itu, ia tertarik membuat oleh-oleh yang berkaitan dengan penghargaan internasional itu.

Luklu`, seorang mahasiswi Semester IX S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram (Unram) mengekspose potensi Lombok untuk mendatangkan penasaran banyak orang di luar NTB.

Hobinya menulis. Namun sangat tertarik dengan kegiatan fashion show yang belakangan banyak digelar. Ia ingin menampilkan karyanya di atas panggung. Mulailah ia membangun Moonlight Hijab ini pada tanggal 4 Agustus 2017, yang awalnya hanya menjual hijab polosan.

Sempat vakum hampir satu tahun karena terkena musibah. Lalu melanjutkan kembali awal-awal 2018 dengan konsep yang berbeda, dengan mendesain sendiri motif hijab yang mempunyai cerita tersendiri. Ia lebih tertarik mengangkat tema “Ku Tuangkan Keindahan Alam Lombok Dalam Sebuah Hijab”. Lombok itu menurutnya keren dan indah destinasinya, kental akan budaya, tradisi, adat istiadat, sehingga berangkat ia dengan harapan Lombok wajib dikunjungi oleh wisatawan.

“Saya ingin dengan hijab ini lebih banyak orang luar holiday ke Lombok, NTB. Kita ceritakan mereka tentang Lombok dengan fashion,” kata Luklu`.

Hijab dengan motif Lombok awalnya produksi 7 pcs, karena harganya lumayan mahal Rp200 ribu/pcs. Lalu bertahap naik menjadi menjadi 20 pcs dan sampai sekarang 100 pcs per bulan. Penjualan

hijab Lombok nya telah menjajal Jakarta, Malang, Ambon, Jogja. “Hijab ini juga bisa dijadikan oleh-oleh atau hadiah,” kata Luklu`.

Memproduksi hijab dengan tema Lombok tak dilakukan sembarangan. Terlebih dahulu harus menentukan tema kearifan lokal untuk dituangkan dalam desain, lalu di printing. Sementara ini, ia menggunakan jasa printing khusus dari luar NTB.

Pada bulan Mei 2018 lalu, ia mendapatkan tawaran untuk berkolaborasi dengan salah satu selebgram Jakarta. Permintaannya cukup banyak. Sayang, Luklu` belum sanggup memenuhinya.

Penjualan hijab printing ini terus berjalan, permintaan online-pun terus meningkat meskipun masih hanya satu series yang di keluarkan yaitu series Sembalun. Sempat mengalami penurunan penjualan yang secara drastis waktu Lombok terkena bencana gempa bumi.

Tapi bagi Luklu`,  itu bukan alasan untuk tidak berjuang kembali. Pertengahan 2019, Moonlight mendapatkan tawaran kembali berkaloborasi dengan salah satu desainer dan stylist hijab Jakarta mengangkat tema “Duka Lombokku”.

 “Syarat kaloborasi minimal 500 pcs hijab, dengan tujuan 2,5% dari penjualan kami akan salurkan ke korban gempa bumi,” bebernya.

Untuk saat ini, Luklu` ingin lebih fokus mengembangkan Moonlight Hijab dari segi desainnya, warna dan packagingnya. Selama ini Moonlight packagingnya not plastic untuk mendukung program zero waste menuju NTB Gemilang.

Pada kesempatan Galang UKM 2019, Moonlight mendapat penghargaan sebagai UKM Brilian 2019 pertama.  Galang UKM adalah kompetisi yang berpotensi untuk bertanding di tingkat nasional. Mengangkat kearifan lokal daerah dan  audisinya tersebar di 25 daerah se Indonesia

“Awalnya pesimis sebelum pengumuman. Sebab produk-produk UKM yang lain juga menurutnya tak kalah bagus. Ada yang sudah berprestasi, hingga ada juga yang  telah ekspor,” ujarnya.

Terpilih sebagai yang terbaik, ia sempat tak percaya. Baginya, itulah awal untuk terus berkarya dan harus tetap berjuang menunjukkan anak Lombok mampu dan Lombok layak dipromosikan.(bul)