Bank Indonesia Sarankan Pasar Wisatawan Australia Digenjot

Achris Sarwani (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB, Achris Sarwani mengatakan pengembangan sektor pariwisata dengan memperbanyak penerbangan langsung (direct flight) memiliki dampak yang cukup besar dalam upaya peningkatan wisatawan mancanegara (wisman) ke NTB. Pascapembukaan direct flight Lombok – Perth, peningkatan wisman Australia mencapai 425 persen.

Untuk itu, ia menyarankan agar pasar Australia perlu digarap maksimal. Dengan membuka direct flight ke kota-kota lainnya di Australia, seperti Lombok – Sydney. Karena Sydney merupakan kota yang besar di Australia.

“Angka terakhir yang saya terima dari Angkasa Pura, itu jumlah wisatawan Australia, pertumbuhannya dibanding tahun lalu  425 persen. Dia tertinggi kedua setelah (wisman) Malaysia,” kata Achris dikonfirmasi usai Bincang-Bincang Ekonomi NTB di Mataram, Kamis, 3 Oktober 2019.

Baca juga:  Ironi Ikon Wisata Dunia, Gili Trawangan Tak Punya Toilet Representatif

Ia mengungkapkan, tahun lalu, wisman yang tertinggi berkunjung ke NTB berasal dari Malaysia. Kemudian disusul China dan Australia. Dengan adanya penerbangan langsung Lombok – Perth yang sudah berjalan 3,5 bulan, angka kunjungan wisman Australia ke NTB tertinggi kedua, setelah

Malaysia. “Saya yakin tiga bulan lagi, bisa jadi setara dengan Malaysia. Kalau Malaysia memang tinggi. Karena kita punya hubungan sama-sama Muslim,” katanya.

Apabila Pemprov dapat memperbanyak penerbangan langsung ke Australia, Achris yakin kunjungan wisman Australia akan semakin melonjak ke NTB. Menurutnya, kebijakan memberikan subsidi kepada maskapai penerbangan untuk membuka penerbangan langsung dari Lombok ke Australia cukup bagus.

Baca juga:  Promosi di Australia, BPPD dan Dispar Bawa Materi Unggulan

Meskipun kebijakan itu membutuhkan biaya. Tetapi dampaknya dapat dirasakan sekarang. Wisman asal Australia semakin banyak datang ke NTB. Dikatakan, keterisian penumpang penerbangan langsung Lombok – Perth dan sebaliknya yang dilayani maskapai AirAsia sudah sama. Artinya, secara bisnis menguntungkan bagi Air Asia.

Ia mengatakan Lombok sangat diminati wisatawan asal Australia. Apalagi nantinya akan ada event MotoGP tahun 2021 mendatang. Achris menyarankan agar pasar Australia digarap maksimal lagi dengan mengupayakan pembukaan rute Lombok – Sydney.

“Karena kota itu lebih besar dari Perth. Jaraknya juga masih dekat dengan Lombok.  Sydney juga  kota bisnis. Dia kayak Jakarta. Jadi menurut saya pasar Australia masih perlu digarap, dioptimalkan,” sarannya. (nas)